Inspirasi School Hadir di Sidoarjo, Jaspal Sidhu: Saya Ingin Nanti Ada Murid Pintar Main Catur

0
616

Jaspal Sidhu, pendiri Inspirasi School saat melakukan peletakan batu pertama, Sabtu (11/2/2023).

iniSURABAYA.com | SIDOARJO – Fasilitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo bakal bertambah dengan hadirnya Sidoarjo Inspirasi School yang diharapkan mulai menerima murid pada tahun ajaran 2024-2025 ini.

Lembaga Pendidikan yang menempati lokasi The Jivana Homes di Jalan Raya Tebel Gedangan ini nantinya terdiri dari dua tingkatan, yaitu SD dan SMP. Sistem pendidikan yang diterapkan adalah kolaborasi kurikulum Merdeka Belajar yang diperkaya dengan sistem pendidikan di Singapura.

Penerapan sistem pendidikan Negeri Singa ini dilakukan lantaran Singapura itu termasuk negara peringkat atas capaian PISA (Programme of Internasional Student Assessment). “Jangan berpikir kurikulum luar negeri jauh lebih bagus daripada Indonesia. Karena faktanya kurikulum di banyak negara hampir sama,” ungkap Jaspal Sidhu, pendiri Inspirasi School usai prosesi peletakan batu pertama pendirian gedung Sidoarjo Inspirasi School, Sabtu (11/2/2023).

Yang membedakan, lanjut Jaspal Sidhu, aplikasi kurikulum. “Apa gunanya murid paham Matematika tetapi tidak tahu cara menerapkan dalam kehidupan sehari-hari? Jadi aplikasi kurikulum itu yang penting,” sergahnya.

Warga Negara Singapura yang telah bekerja di Indonesia selama lebih dari 20 tahun ini menekankan bahwa murid Sidoarjo Inspirasi School tidak hanya terpaku pada teori-teori di buku pelajaran. Untuk itu, murid nantinya diberi projek berdasar pada lingkungan sehari-hari mereka.

Meski begitu, aplikasi kurikulum ini diakui sangat tergantung pada kemampuan guru. “Kalau guru tidak tahu bagaimana cara mengajarkan (aplikasi kurikulum) itu juga jadi masalah. Dan ini masalah Pendidikan di negara berkembang,” paparnya.

Jaspal yang juga pernah mendapatkan penghargaan bergengsi SIS (Singapore Intercultural School) ini melontarkan keinginan agar murid-murid Sidoarjo punya kemampuan di luar bidang akademik. “Saya ingin anak-anak nanti piawai juga bermain catur. Saya ingin satu waktu Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pemain catur terbaik dunia,” tandasnya.

Dia menambahkan,”Saya pernah lihat sekolah di Kazakhstan. Di saat pelajaran berlangsung, 15 menit istirahat lalu mereka main speed chess selama lima menit, setelah itu murid kembali ke materi belajar.”

Di tempat yang sama, Tirto Adi MPd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo menyambut baik hadirnya lembaga pendidikan Inspirasi School tersebut. “Hadirnya Inspirasi School ini dalam rangka memperluas akses pendidikan bagi warga Sidoarjo,” cetusnya.

Tirto Adi memapar data, saat ini Kabupaten Sidoarjo memiliki SMP Negeri 45 sekolah, SMP Swasta (120), SD Negeri (464), dan SD swasta 120 sekolah. “Dengan perkembangan jumlah penduduk di Sidoarjo, maka diperlukan lebih banyak Lembaga pendidikan baru dalam rangka meningkatkan kesempatan sekolah,” urainya.

Jika aksesibilitas pendidikan itu terpenuhi, kata Tirto, tentu ikut meniingkatkan angka partisipasi pasar dan angka partisipasi murni di sektor pendidikan. ap

Comments are closed.