Rayakan Hari Musik se-Dunia Bersama YouTube: Gaungkan Pesan Penuh Makna dari Timur

443 views
Aldy dikatakan sebagai_seorang siswa dengan keterampilan menulis braille yang sangat baik dan penuh minat untuk musik,

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Di tengah pandemi saat ini, mendengarkan musik mungkin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Musik menjadi teman yang lintas bahasa dan lokasi, menemani di setiap situasi dan kondisi.

Musik menjadi bahasa universal yang dapat menjadi cara berkomunikasi dan wadah berkreasi, menyampaikan pikiran, perasaan dan minat seseorang tanpa terkecuali.

Dalam rangka Hari Musik se-Dunia yang jatuh pada tanggal 21 Juni ini, mari kita simak salah satu kisah kreator dari Nusa Tenggara Timur, yang mencoba menawarkan perspektif baru dan mendobrak stereotip akan keterbatasan menjadi penghalang untuk belajar dan berkreasi.

Dengarlah, ‘Aku Bisa
Normal baru tampaknya datang dengan banyak keterbatasan, terutama dalam mobilitas dan interaksi kita. Tetapi hal tersebut bukan hal baru bagi Ariko Tibortius, guru di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) dari Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pria yang dengan sapaan Riko ini menikmati kegiatannya untuk menumbuhkan semangat murid-muridnya sehingga dapat melewati keterbatasan yang mereka miliki dengan terus belajar dan tumbuh.

Bermula tanpa pendidikan formal sebelumnya untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus, Riko memberanikan diri untuk mendaftarkan menjadi pengajar di sekolah untuk siswa penyandang disabilitas yang baru dibuka pada tahun 2016.

Selain diberi pelatihan khusus oleh dinas pendidikan setempat, sebagai guru baru di sekolah yang  juga relatif baru, Riko berusaha membekali dirinya dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai tenaga pengajar dengan mempelajari proses belajar-mengajar SLBN di provinsi lain melalui YouTube.

Terlepas dari keraguan masyarakat terhadap profesinya, menjadi guru di sekolah SLBN membuka perspektifnya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan kenyataan yang terjadi di antara komunitas penyandang disabilitas di daerah tersebut.

Seiring waktu, ia memahami bahwa bagian terpenting dari menjadi guru untuk siswa berkebutuhan khusus adalah melayani mereka, memperkuat minat mereka, sekaligus memperlengkapi mereka dengan ilmu mendasar.

“Salah satu hal yang paling berharga menjadi guru bagi para siswa ini adalah melihat senyum mereka setiap pagi. Terlepas dari apapun yang mereka alami di luar sekolah, mereka selalu membawa diri yang terbaik ke sekolah, siap belajar bersama dengan teman-teman mereka juga berbagi kebahagiaan kepada orang-orang di sekitar mereka, ” kata Riko.

Untuk meningkatkan suasana hati para murid dan mendapatkan perhatian mereka, setiap pagi, Riko dan guru-guru di SLBN memainkan lagu ‘Laskar PelangI’ dari Nidji dan ‘Jangan Menyerah’ dari D’Masiv sebelum memulai kelas.

Cerita Riko bersama murid-murid SLBN ini lah yang kemudian menarik perhatian Rian D’Masiv untuk berkolaborasi. Pentas musik Rian bareng beberapa murid SLBN Labuan Bajo akan tayang di YouTube channel Rian Ekky Pradipta hari Minggu (21/6/2020) pukul 14.00 WIB.  wid

#harimusiksedunia #RianDmasiv #sekolahluarbiasanegeri #youtube

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)