Teguran Agar Warga Kota Surabaya Memakai Masker Saat di Luar Rumah Tak Direspons, Risma Spontan Melakukan Tindakan Ini

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya (baju putih pegang mike) terus gencar berkeliling ke berbagai jalan protokol mengingatkan langsung warga Kota Surabaya untuk memakai masker saat berada di luar rumah.

iniSURABAYA.com – Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya terus gencar mengingatkan warga Kota Pahlawan ini untuk selalu memakai masker saat berada di luar rumah.

Dalam beberapa kali kesempatan, lulusan ITS Surabaya ini turut berkeliling ke jalan-jalan protokol Kota Surabaya bersama jajaran Satpol PP. Sidak dalam rangka menertibkan warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan itu diantaranya yang dilakukan pada Sabtu (25/7/2020).

Bacaan Lainnya

Malam itu, sekitar pukul 20.00 hingga 21.30, rombongan Risma berkeliling di Jalan Tunjungan, Darmo, Panglima Sudirman, Taman Bungkul, Diponegoro, Ciliwung, Pasar Kembang, Kedungdoro hingga Jalan Blauran.

Dengan menggunakan mobil dan membawa pengeras suara, Risma juga tampak membubarkan para pesepeda yang masih bandel bergerombol. Risma mengingatkan pula agar warga tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah.

“Ayo pulang nak, sudah malam. Nanti tertular, kalau sakit tidak boleh ada yang menjenguk. Tolong dipakai maskernya,” tegas Risma menggunakan pengeras suara di sela kegiatannya.

Tak hanya itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga tampak turun dari mobil untuk mengingatkan warga yang masih bandel. Seperti saat melintas di Jalan Diponegoro, dia melihat puluhan pemuda yang tengah asyik nongkrong di atas pedestrian.

Risma pun langsung berhenti dan mengingatkan mereka agar saling jaga jarak. “Tolong jaga jarak, pakai masker. Ribuan yang masih dirawat di rumah sakit. Tolong jangan ditambah lagi yang sakit, tolong jangan ditambah lagi,” pesannya.

Bahkan, di salah satu warung kopi di Jalan Diponegoro, Risma mendapati puluhan remaja yang sedang asyik main game daring. Namun, saat diingatkan menggunakan pengeras suara, rupanya para pemuda itu tak menghiraukan.

Mengetahui tegurannya tak direspons, Risma pun langsung turun mendatangi mereka bersama petugas Satpol PP maupun Dinas Perhubungan (Dishub) dan meminta mereka bubar.

“Ayo keluar, keluar. Ya opo rek nek loro iki, (Bagaimana kalau sakit nanti) Ya Allah. Kamu dikurung 14 hari tidak boleh ketemu siapapun kalau sakit. Mana maskermu, sini kamu push up,” cetus Risma kepada seorang pemuda tak bermasker.

Setelah diberi hukuman push up lebih dari 10 kali, pemuda itu lalu diberi masker dan diminta pulang oleh Wali Kota Risma. Sedangkan pemilik warung, kemudian dimintai identitasnya untuk didata.

Selain menegur langsung warga yang tak memakai masker, Risma juga memberikan ratusan masker saat berkeliling.

Sementara itu, di malam yang sama, razia gabungan juga digelar oleh Satpol PP Kota Surabaya dengan Polisi dan Garnisun. Bahkan, jajaran di 31 kecamatan juga melakukan razia secara serentak.

Mereka melakukan penertiban terkait jam malam yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 33 Tahun 2020. Razia serentak ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 23–25 Juli 2020. dit/dbs

Pos terkait