
iniSURABAYA.com – Sebuah merek air minum dalam kemasan menempati posisi pertama dalam suatu survei pemeringkatan merek. Jaraknya bahkan cukup jauh dari kompetitor yang berada pada posisi kedua.
Namun pembacaan melalui Metode Asigta (Analisis Komunikasi Big Data) Intelligence menghasilkan gambaran yang berlawanan. Merek pada posisi kedua justru tampak jauh lebih kuat dalam struktur jaringan komunikasi digital.
Perbedaan tersebut bukan sekadar persoalan angka. Temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan merek pada era digital tidak dapat lagi dipahami hanya melalui peringkat, persentase, atau popularitas yang disajikan sebagai hasil akhir.
Survei memberi informasi bahwa sebuah merek berada pada posisi tertentu. Namun merek tidak selalu dapat melihat secara langsung siapa yang membentuk posisi tersebut, bagaimana penilaiannya dihitung, percakapan apa yang mendasarinya, serta bagaimana kompetitor memperoleh hasil yang berbeda.
Data dan proses analisis sering berada pada lapisan metodologis yang tidak dapat diperiksa bersama secara langsung.















