Diajak Berkunjung ke Eks Lokalisasi Dolly, Delegasi Internasional Ini Mengaku Teringat Anaknya

0
1207
Peserta perayaan Hari Habitat Dunia sedang belajar proses membatik saat berkunjung ke eks Lokalisasi Dolly.

iniSURABAYA.com – Peserta perayaan Hari Habitat Dunia (World Habitat Day) dibuat kagum oleh inovasi yang dilakukan Pemkot Surabaya, terutama yang menyangkut pengembangan kawasan Mangrove Wonorejo dan eks Lokalisasi Dolly.

Pradono Anindito, staf KBRI Nairobi yang turut mendampingi Jose David Alvarez Maldonado, Pemenang Scroll of Honour Award 2020 di perayaan World Habitat Day tersebut mengapresiasi kebijakan Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya dalam mengembangkan eks Lokalisasi Dolly menjadi sentra UMKM.   

Menurut Pradono Anindito, kebijakan Pemkot Surabaya sudah memikirkan dari awal hingga akhir, termasuk solusi pemberdayaan warganya.

“Saya melihat Kampung Dolly ini sangat menarik. Jadi, tidak hanya menutup (lokalisasi), tapi apa yang harus dilakukan dan bagaimana memberdayakan masyarakatnya juga dipikirkan, sehingga ada solusi untuk kehidupan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Di kampung ini, Pradono dan Jose melihat pengembangan UMKM di KUB Mampu Jaya yang menempati gedung besar dan tinggi. Bangunan itu dulunya merupakan salah satu gedung lokalisasi terbesar di gang Dolly.

Di tempat itu, mereka melihat warga eks lokalisasi Dolly sedang memproduksi sepatu dan sandal, termasuk sandal hotel yang sudah bekerjasama dengan UMKM tersebut.

Rombongan juga mengunjungi DS Point untuk melihat berbagai produk UMKM di Kampung Eks Lokalisasi Dolly itu. Mereka sempat pula mencoba snack dan minuman khas UMKM Dolly sebelum melanjutkan berkunjung ke rumah batik yang masih di area eks lokalisasi Dolly itu.

Selain melihat berbagai macam batik karya warga sekitar, Jose juga sempat belajar membatik di tempat tersebut. Ia mengaku pertama kali belajar membatik, tak heran bila dia menilai proses membatik sangat mengesankan.

“Anak perempuan saya sekolah desain dan saya langsung teringat dia. Ini adalah momen yang sangat spesial bagi saya,” papar delegasi internasional ini.

Senada dengan Pradono, Jose menyatakan bahwa inisiatif Pemkot Surabaya sangat bagus, terutama dalam menggabungkan kegiatan yang sangat produktif dengan pengembangan ekonomi di kawasan eks lokalisasi ini.

Bahkan, ia menandaskan pengembangan ekonomi di daerah ini bisa dicontoh kota-kota lain di belahan dunia. “Pengembangan UMKM-nya sangat bagus. Dukungan pemerintah daerahnya sangat bagus, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat di sini,” urainya.

Dalam rangka perayaan Hari Habitat Dunia ini, Jose dan Pradono disuguhi agenda field trip. Selain berkunjung ke eks Lokalisasi Dolly, rombongan juga diajak menyaksikan keindahan kawasan Mangrove Wonorejo.

Bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, mereka menyusuri jogging track yang menerobos ke dalam pohon mangrove. Meskipun cuacanya agak panas, namun semilir angin sejuk membuat pengunjung betah berada di area mangrove itu.

Peserta perayaan Hari Habitat Dunia sedang menyusuri kawasan Mangrove Wonorejo Surabaya.

Mereka pun seakan tak mau melewatkan momen indah itu. Beberapa kali mereka mengabadikan kegiatan mereka dengan swafoto.

“Ini indah, sangat original,” kata Jose beberapa kali memberi pujian pada kawasan Mangrove Wonorejo itu.

Menurut Jose, mangrove Wonorejo ide pengembangan mangrove ini sangat menarik, karena merupakan projekyang berkelanjutan dan bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat sekitarnya.

“Ini projek yang bagus dan ide yang sangat menarik,” katanya.

Jose menambahkan, ekosistem di Mangrove Wonorejo sangat bagus, karena kehidupan pesisir laut dimulai dari mangrove ini. Karena itu, ia menyebut bahwa ini kesempatan yang bagus untuk umat manusia, kembali ke alam dan menghadapi perubahan iklim.

“Ini pertama kalinya saya datang ke mangrove yang ada di Asia dan Indonesia. Saya sangat senang berada di sini,” ujar Jose. ana

Comments are closed.