

iniSURABAYA.com | JAKARTA – Tepat di Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020), lima tokoh yang terdiri dari Salman Subakat, Dharmaji Suradika, Suci Hendrina, Eugene Panji, dan Sasa Ratna Puspita sepakat melakukan upaya bersatu dan bahu membahu melindungi orang-orang yang disayang dari ancaman virus corona.
Mereka bersama ratusan masyarakat dari berbagai lapisan komunitas berkomitmen melalui gerakan Centang, yaitu CEgah dan TANGgungjawab dengan 3M+3T.
Gerakan ini untuk merespons masih maraknya pandemi Covid-19 di Tanah Air. Sejak laporan kasus pertama pada awal Maret 2020 hingga 22 Oktober, tercatat sudah lebih dari 396.000 kasus positif Covid-19 di Indonesia.
Berbagai upaya telah dikerahkan untuk memutus rantai penyebaran virus oleh pemerintah. “Namun pemerintah tidak dapat bergerak sendiri. Perlu dukungan dan kolaborasi yang nyata dan masif,” kata Dharmaji Suradika, penggerak komunitas sekaligus salah satu penggagas Centang.

Dalam temu virtual yang bertajuk ‘Sumpah Pemuda 2020, Kita Bersatu Akhiri Corona’, para penggerak komunitas ini mensosialisasikan gerakan Centang, yang terdiri dari gerakan pencegahan dan perilaku bertanggung jawab melalui ‘Cegah’ dengan 3M yang meliputi memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun secara rutin, dan menjaga jarak dengan tertib, serta ‘Tanggung Jawab’ dengan 3T yakni testing secara berkala, telusuri dan lacak kontak fisik, dan terapkan perawatan dan isolasi mandiri dalam ruangan.
“Selama delapan bulan berlangsung, pandemi ini telah mengubah cara hidup kita berperilaku. Namun, ancaman virus ini masih tetap ada. Karena itu, perlu adanya gerakan bersatu yang dilakukan secara serentak dan inklusif, agar upaya ini bisa memberikan dampak signifikan terhadap pemutusan rantai penyebaran corona,” ujar Dharmaji.
Agar upaya akhiri corona ini dapat teramplifikasi secara masif, masyarakat dapat mengambil bagian dalam gerakan Centang, mulai dengan turun ke lapangan menjadi relawan, mendonasikan karya atau dana untuk menyebarluaskan gerakan secara masif, serta mengajak orang di sekitar melakukan Centang melalui materi kreatif yang disediakan dalam halaman resmi Centang.id.
Masyarakat dapat pula mengikuti berbagai perkembangan informasi seputar Covid-19 di Centang.id maupun mengikuti sosial media resmi Centang_id.
“Melalui program Centang yang diluncurkan di momen Sumpah Pemuda ini, perilaku penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari bisa dilakukan secara masif dan terus menerus, sebagai upaya kita semua akhiri corona serta menjadi perilaku yang nyata dalam bertanggung jawab dengan orang di sekitar untuk menghadapi pandemi ini,” tegas Eugene Panji, penggerak komunitas sekaligus salah satu penggagas Centang.
Jika dulu Pemuda Indonesia bersatu lawan penjajahan perang, kata Eugene, kini kita lawan penjajah kita, Corona, dengan persatuan dan gerakan bersama.
“Kami sangat bersemangat dan mendukung gerakan komunitas anak muda yang menjadi bagian dari penggerak masyarakat. Dengan berpartisipasi, kita semua berarti menyayangi diri kita sendiri serta orang-orang yang ada di sekitar kita,” ujar Salman Subakat, penggerak komunitas sekaligus salah satu penggagas Centang.

CENTANG merupakan gerakan pencegahan melalui 3M, CEGAH yakni:
● Memakai masker dengan benar
Ini merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi virus corona. Saat semua orang menggunakan masker, peluang transmisi virus corona antarmanusia dapat menurun sebesar 3,1 persen.
● Mencuci tangan dengan sabun secara rutin
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik untuk membersihkan kotoran dan kuman, serta membunuh patogen. Hal ini harus dilakukan sesering mungkin, khususnya ketika menyiapkan makanan, merawat orang sakit, menggunakan kamar mandi atau toilet, memegang hewan, bersin, membuang sampah, dsb.
- Menjaga jarak dengan tertib
Dua meter adalah jarak aman cara untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menurunkan transmisi virus sampai 2,6%[3]. Untuk itu, kita disarankan untuk tetap di rumah serta menghindari kerumunan.
serta TANGGUNG JAWAB dengan 3T, meliputi:
● Testing secara berkala
Sampai saat ini, tes PCR dengan teknik swab merupakan satu-satunya cara untuk mendeteksi COVID-19. Tenaga kesehatan, orang yang bepergian ke luar kota atau negeri, dan mereka yang berinteraksi dengan pasien COVID-19 wajib melakukan tes sebagai upaya bertanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain.
● Telusuri dan lacak kontak fisik
Menelusuri dengan melakukan tracing dan tracking wajib dilakukan untuk mengetahui riwayat pergerakan dan perjalanan pasien selama 14 hari ke belakang. Upaya ini dapat memberikan peringatan atau warning pada masyarakat agar tetap aware dan waspada saat melewati lokasi isolasi dan membatasi ruang gerak.
● Terapkan perawatan dan isolasi mandiri dalam ruangan
Setelah dinyatakan sembuh, kita harus melakukan isolasi mandiri setiba di rumah, menjaga kondisi kesehatan, serta tidak menggunakan alat makan dan minum bersama anggota keluarga lainnya.
Di akhir temu virtual ini, para penggerak komunitas bersama peserta melakukan Ikrar Sumpah Pemuda, yang berisi komitmen untuk bersama akhiri corona melalui gerakan cegah dan tanggung jawab, serta menyebarkan informasi Centang demi keluarga dan Indonesia.
“Program Centang ini bukan milik sebagian orang, namun seluruh pemuda dan masyarakat Indonesia. Karena hanya dengan bersama dan bersatu program ini bisa terlihat dampaknya,” tutur Sasa Ratna Puspita, penggerak komunitas sekaligus salah satu penggagas Centang.
Sasa menekankan, siapapun bisa partisipasi dan berkontribusi. Ada materi-materi yang bisa didownload dan juga bisa dilakukan untuk meneruskan tujuannya lebih kuat lagi.
“Ayo kita bersatu akhiri Corona!” pungkasnya. Video CENTANG dapat diakses di sini wid
















