Tingkatkan Daya Saing, Produk UMKM Kini Hadir di Hotel Jaringan Accor

635 views
Suhanto, Sekjen Kemendag (tengah) bersama Syailendra, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, (dua dari kiri) dan Adi Satria, Vice President Accor usai acara penandatanganan perjanjian kerja sama ‘Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan melalui pemanfaatan fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi, serta penyediaan layanan perbankan’.

iniSURABAYA.com – Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dipastikan bakal makin mudah ditemukan di hotel-hotel berbintang, terutama yang bernaung di jaringan Accor.

Kemudahan hadirnya produk UMKM ini dijamin melalui kesepakatan bersama antara Kementerian Perdagangan, PT AAPC Indonesia (Accor), dan PT Bank Negara Indonesia (BNI), serta Pemprov Jatim yang dilakukan di Grand Mercure Hotel Surabaya, Rabu (25/11/2020).

Sebelumnya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tujuan sama juga dilakukan di Semarang pada 15 Oktober 2020, dan di Daerah Istimera Yogyakarta pada 16 Oktober 2020.  

Menurut Suhanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, kerjasama yang dijalin Kemendag dengan sektor perhotelan dan perbankan ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo.

“Aspek yang perlu dikedepankan adalah kolaborasi dan sinergi, kreativitas, inovasi, dan kecepatan, serta beradaptasi dengan cara baru sebagai kunci mutlak yang diperlukan di era digital untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi,” tegasnya.

Suhanto berharap, kerja sama tersebut dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan sekaligus mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usahanya.

Suhanto yang mengaku selama lima tahun menjabat Direktur Dagang Kecil Menengah sebelum jadi Sekjen Kemendag ini menggarisbawahi, ada tiga permasalahan yang biasa dihadapi pelaku UMKM, yaitu permodalan, teknologi, dan pemasaran.

“Pertemuan dan penandatanganan kesepakatan yang dilakukan pada hari ini menjawab ketiga permasalahan tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Suhanto juga berharap agar pemerintah daerah mendukung pemerintah pusat dalam memberi rambu-rambu pada retail agar menyerap produk UMKM di daerah tersebut.

“Ini penting sebab UMKM menyerap 96 persen dari 132 juta lapangan kerja,” tandasnya.  

Selain itu, Suhanto mengingatkan pula bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 260 juta merupakan ‘pasar seksi’. “Jadi kita harus gairahkan konsumsi dalam negeri ini. Ekonomi harus jalan tetapi protokol kesehatan juga tetap harus dijaga,” begitu pesannya.

Sementara itu, Syailendra, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, mengungkapkan, Kemendag menyerahkan bantuan alat potong untuk membuat sandal.

Bantuan tersebut diberikan karena di antara produk-produk yang akan dipasok ke hotel jaringan Accor di Jawa Timur, terdapat satu produk, yakni sandal hotel, yang belum sesuai harganya.

“Pelaku UMKM terkait belum memiliki alat pemotong yang dapat membantu efisiensi biaya produksinya,” ungkapnya.

Syailendra juga menyatakan, pandemi Covid-19 dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar telah memperbesar peluang usaha secara daring.

“Diharapkan UMKM mampu menangkap peluang itu sehingga dapat memainkan perannya sebagai penopang perekonomian bangsa yang menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat,” cetusnya. dit

#accorhotels #grandmercuresurabaya #kementerianperdagangan #umkm

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)