Ingin Bikin Produk-Produk Herbal? Simak Langsung di Perpustakaan Herbal Ini

433 views

iniSURABAYA.com – Mau belajar tentang produk-produk berbahan herbal? Silakan meluncur ke Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Di kawasan tersebut ada ‘Perpustakaan Herbal’. Tidak hanya karena koleksi bukunya yang didominasi buku yang memapar tentang perhebalan, tetapi yang lebih menarik adalah keberadaannya di lokasi tumbuh-tumbuhan herbal.

Perpustakaan Herbal ini sebetulnya sudah berdiri sejak tahun 2016.

“Awalnya perpustakaan tersebut dibuat lantaran warga setempat menginginkan adanya tempat baca di sekitar wilayahnya,” kata Musdiq Ali Suhudi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya.

Setelah ditelusuri, lanjut Musdiq, ternyata di lokasi itu ditemukan potensi masyarakat yang dapat dikembangkan yakni pengelolaan tumbuh-tumbuhan herbal. Dari situ lah perpustakaan ini kemudian diberi nama Perpustakaan Herbal.

“Di lingkungan perpustakaan itu ada tumbuh-tumbuhan herbal yang dikelola masyarakat setempat. Nah tanah yang ditanami itu milik fasilitas umum (fasum) pemkot,” kata Musdiq beberapa waktu lalu.

Melihat potensi itu, kata Musdiq, akhirnya koleksi buku yang terdapat dalam perpustakaan didominasi buku-buku herbal. Dari total koleksi 1.119 judul buku yang tersusun rapi dalam rak, 500 buku di antaranya membahas seputar dunia perherbalan.

Sementara Imam Budi Prihanto, Kepala Seksi Informasi dan Layanan Perpustakaan Dispusip Kota Surabaya mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19, dalam sehari pengunjung perpustakaan silih berganti.

Saat pagi hari sebagian besar pengunjung dipenuhi dari kalangan ibu-ibu yang hendak membaca literasi herbal. Sedangkan, di siang hingga sore hari, perpustakaan dipadati anak-anak sekolah.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat setempat cukup banyak untuk datang ke perpustakaan kami. Biasanya anak-anak itu ada proses bimbingan belajar (bimbel), membaca serta mengerjakan tugas sekolahnya,” paparnya.

Menurut Imam, setelah mendapatkan literasi yang ada di dalam perpustakaan, masyarakat langsung mengimplementasikan ilmunya di lahan milik pemkot itu. Sebagian besar dari mereka disibukkan dengan pengolahan herbal minuman seperti pengolahan jare merah.

Tak jarang pula dari mereka yang tertarik mengolah herbal menjadi makanan. “Jadi ada hasil yang dapat diterapkan warga setelah membaca koleksi herbal dari kami. Kalau selama ini yang sering itu minuman herbalnya,” ungkapnya.

Untuk koleksi buku herbal yang paling sering dibaca salah satunya adalah berjudul ‘Asyiknya Menjadi Herbalis Cilik’. Buku itu berisi tentang cara menanam herbal dan cara pembuatan minuman herbal yang dikemas secara bagus dan ramah untuk anak-anak.

“Hampir sebagian besar pemula herbalis membaca buku ini,” imbuh Imam.

Restya Andaru Winandita, salah seorang petugas teknis Perpustakaan Herbal, Nginden Jangkungan mengaku, pernah ada seorang warga datang ke perpustakaan sembari membawa produk minuman herbal buatan sendiri.

“Ibu itu membawakan kami jamu sinom. Dan produk itu juga dijual ke rumah-rumah,” paparnya. wid

#kotaSurabaya #perpustakaanherbal #produkherbal

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)