‘Gemblak Terakhir’: Kisah Warok, Cinta, dan Kuasa yang Diangkat Jadi Novel

0
1

iniSURABAYA.com – Di balik gemerlap kesenian reog, ada kisah tentang warok dan gemblak yang menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Jawa. Cerita tentang relasi kuasa, kemiskinan, cinta, persahabatan, hingga pergulatan untuk menentukan masa depan itu kini dihidupkan kembali melalui novel berjudul ‘Gemblak Terakhir’.

Novel karya duet jurnalis senior Imung Mulyanto dan Sasetya Wilutama tersebut rencananya diluncurkan di Blitar, Jumat (21/8/2026). Mengambil latar budaya Jawa, novel ini mencoba membawa pembaca memasuki kehidupan warok dan gemblak melalui cerita fiksi yang dirancang ringan, cepat, sekaligus penuh konflik.

Yang menarik, pusat cerita bukan sekadar kehidupan seorang gemblak, melainkan perjuangannya mengejar cita-cita menjadi guru. Jalan menuju impian itu ternyata tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan seorang oknum warok yang memiliki kekuasaan dan sumber daya ekonomi. Situasi semakin rumit ketika istri sang warok justru jatuh cinta kepadanya.

Dari sinilah cerita berkembang menjadi rangkaian konflik yang melibatkan persoalan sosial, percintaan, kriminalitas hingga pertarungan antarsesama warok.

Sasetya Wilutama mengatakan, ‘Gemblak Terakhir’ sepenuhnya merupakan karya fiksi meski menggunakan latar budaya yang memiliki jejak kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.