PPKM di Surabaya Diperpanjang, Pemkot Bakal Tutup Jalan Protokol Ini di Setiap Akhir Pekan

250 views
Pemkot Surabaya dan jajaran terkait bakal memberlakukan penutupan sejumlah jalan prrotokoldi akhir pekan.

iniSURABAYA.com – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) se-Jawa Bali dipastikan bakal diperpanjang.

Rencana perpanjangan kebijakan itu disampaikan Syafrizal, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, dalam acara Sosialisasi Surat Edaran Nomor 903/145/SJ secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Informasi tersebut langsung direspons oleh Whisnu Sakti Buana, Plt Wali Kota Surabaya dengan menyatakan Pemkot Surabaya bakal menutup sejumlah ruas jalan protokol tiap hari malam Sabtu dan malam Minggu.

Whisnu menegaskan, kebijaka itu dilakukan lantaran kerumunan pada malam hari berpotensi menyebarkan virus Covid-19. ”Kan kerumunan pada malam hari lebih berbahaya. Cuaca dingin dan sebagainya. Virus ini lebih ganas kalau di posisi dingin,” begitu tegasnya.

Karena itu pula, Whisnu minta agar masyarakat mengakhiri seluruh aktivitas pada pukul 22.00. ”Kami akan mencoba pada akhir pekan ini. Pada malam Sabtu dan malam Minggu akan menutup jalan di tengah kota. Seperti Raya Darmo dan Tunjungan,” ungkapnya.

Penutupan jalan itu, lanjut Whisnu, dilakukan mulai pukul 19.00. ”Waktu malam hari akan kita tutup jalan-jalan di tengah kota. Seperti malam tahun baru agar masyarakat tidak berbondong-bondong keluar tiap akhir pekan,” imbuhnya.

Whisnu menekankan, keputusan itu akan dituangkan lewat surat edaran, dan masa berlakunya tidak hanya pada Jumat (24/1/2021) dan Sabtu (25/1/2021), tetapi juga berlanjut pada setiap akhir pekan berikutnya.

”Pokoknya malam hari sebelum libur besoknya. Kalau Jumat libur, berarti malam Jumat juga ditutup jalannya,” tandasnya.

Selain penutupan jalan, Whisnu juga akan mengaktifkan kembali kinerja kampung tangguh. Dia mengapresiasi kinerja kampung tangguh selama masa pandemi.

”Kampung tangguh sangat membantu. Relatif aman. Warga tertib. Kunci di kampung tangguh karena prokes diterapkan,” ujar Whisnu.

Angka kesembuhan pasien
Selain memperpanjang masa berlaku PPKM se-Jawa Bali, Pemerintah Pusat juga berharap Pemerintah Daerah bisa menaikkan angka kesembuhan pasien, dan ketersediaan sarana isolasi dan ICU rumah sakit.

Menurut Syafrizal, sejumlah indikator daerah yang menjadi acuan perpanjangan PPKM antara lain adalah tingkat kematian daerah di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau tingkat kematiannya di atas 3 persen.

Juga tingkat kesembuhan di bawah rata-rata kesembuhan nasional atau 82 persen.

Kemudian, tingkat kasus aktif di atas rata-rata kasus aktif nasional, dan tingkat keterisian rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen.

Syafrizal berharap, beberapa daerah yang menunjukkan indikasi positivity rate tinggi serta daerah yang sudah memberlakukan PPKM segera melakukan perbaikan penanganan kesehatan.

Sehingga, langkah PPKM bisa efektif menurunkan sejumlah indikator seperti kematian dan kasus aktif Covid-19. “Setelah tanggal 25 Januari akan diperpanjang kembali dua minggu ke depan sampai dengan angka menunjukan penurunan atau pelandaian,” tuturnya. wid/ana

#covid19 #pemkotsurabaya #PPKM

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)