Humas Harus Adaptif Jika Tidak Ingin Lenyap

315 views
Agung Laksmana

iniSURABAYA.com – Selain kesehariannya sebagai Director Corporate Affairs di APRIL Group dan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia, Agung Laksamana adalah seorang penulis PR yang aktif. 

Buku ‘PR Adapt or Die!’ adalah buku Agung yang ke empat yang dia terbitkan.

Bab pertama buku ini diisi dengan judul ‘A whole New World!’ Agung mengutip lirik lagu dari animasi ‘Aladdin’. Lirik yang relevan di tahun 2020 ini karena “Kita telah berada di era ‘A Whole New World’ (sebuah dunia yang baru)” katanya.  

Buku ‘Adapt or Die!Navigating the New World of PR!’ mengupas fenomena perubahan lanskap dunia PR baik dari aspek Artificial Intelligence (AI), robot, era baru jurnalisme, hoaxes, fakenews serta era adaptasi kebiasaan baru.  

Terbitnya buku ini waktunya pas dan relevan dengan kondisi sekarang. Pandemi telah mengubah tatanan bisnis, cara kita bekerja dan bersosialisasi.   Buku ini ingin menitikberatkan pentingnya beradaptasi sebagai sebuah keharusan! Tidak bisa ditawar lagi oleh praktisi PR.   

Judul ‘Adapt or Die’, terasa bombastis! Sepertinya sengaja diambil penulis karena melihat urgensinya PR untuk ber-Adaptasi dan berubah jika tidak ingin profesi ini hilang atau lenyap!    

Realita saat ini, ada AI, robot, new jurnalisme, influencers baru dan Covid-19 telah mengubah dunia. Lanskap industri PR termasuk praktisi PR dipaksa segera berubah secepat mungkin menyesuaikan diri dengan ‘dunia baru’ ini.  

Penulis jelaskan sudah banyak profesi yang ‘tergerus oleh kemajuan teknologi’, salah satunya bisa jadi adalah PR. Kemunculan sosok-sosok ‘berpengaruh’ di media sosial membuka peluang sekaligus tantangan bagi praktisi PR. Kehadiran influencer, key opinion leader, SJW (Social Justice Warrior), buzzer, selebgram, selebtweet, dan lainnya telah mampu ‘menghimpun massa’ dan menyampaikan pesan tertentu untuk menjadi sebuah gerakan yang cukup masif di media sosial, bahkan di dunia nyata.

Di sinilah titik argumen buku ini, yaitu PR harus adaptif, jika tidak ingin obsolete bahkan lenyap.  

Gaya tulisan Agung adalah bercerita. Buku ini ringkas terdiri dari lima Bab dengan 135 halaman yang berisi kisah-kisah PR dan insights dari berbagai sumber.

Buku ini mendapat apreasiasi diantaranya dari Prof Dr Pratikno (Menteri Sekretaris Negar), dan Airlangga Hartanto (Menko Perekonomian) yang menyatakan buku ini relevan dengan trend an kompleksitas dunia komunikasi saat ini. 

Sandiaga Uno, nyatakan –“Menghadirkan perspektif dan tren yang perlu diperhatikan praktisi PR. Dunia PR harus segera beradaptasi jika tidak ingin hilang ditelan perubahan.”

Suryopratomo, Duta Besar Indonesia untuk Singapura menyatakan, “Selama bisa menjaga Trust dan Relationship dengan stakeholders, PR akan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Agung membeberkan resep aplikatif untuk menjadi PR yang mumpuni!”

Prof Dr Arif Satria, Rektor Univ. IPB juga menyatakan –“Storytelling menjadi kekuatan dari buku ini. Pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai praktisi PR yang dicampur dengan kisah sehari-hari membuat buku menjadi bacaan wajib praktisi PR!”

Sihol Aritonang, Chairman of Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) juga menyatakan bahwa buku ini menghadirkan new shocking realities dunia PR sekaligus mengajak praktisi untuk merangkul kompleksitas agar PR tetap kontinyu memberikan values!

Juga Hermawan Kartajaya – Founder & Chairman dari Markplus, Andy F Noya – Founder Benihbaik.com, Tony Wenas- CEO Freeport Indonesia , Prita Kemal Gani- founder LSPR dan tokoh-tokoh lainnya.  

Pada bab akhir, Agung lontarkan pertanyaan fundamental,”Apa yang tidak akan berubah dalam di dunia PR dalam 10 tahun ke depan?” Disinilah argumentasi Agung bahwa membangun relationship dan trust adalah kunci dan fundamental dari PR!  

Buku ini akan mempersiapkan Anda dalam menghadapi, ‘A whole new world of PR!’ dit 

#agunglaksmana #humas #perhumas #PRadaptordie

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)