Ashion Challenge Ballet & Basketball dalam Fashion – Saat Desainer Dapat Tantangan dari Fashion Enthusiast

Karya terbaru Embran Nawawi menjawab tantangan peminat fashion yang bukan model, atau mereka yang juga ingin tampil sebagai ikon untuk keahlian atau bidang masing-masing.

iniSURABAYA.com – Dari masa ke masa selalu ada pertanyaan kepada desainer atas karyanya, dengan pertanyaan yang sama seperti:

Apa bisa dipake orang yang bukan model?
Apa mungkin dipake sehari-hari?
Itukan cuma bagus di panggung dan dipakai model!

Bacaan Lainnya

Pertanyaan ini akan sulit dijawab dengan kata-kata, karena memang beberapa busana yang ditampilkan di catwalk adalah busana yang dirancang sebagai ikon atau alat promosi sang desainer.

Busana yang dibuat untuk menyampaikan idealisme, kebaruan, dan tren dari sang desainer untuk setahun ke depan.

Lain halnya saat sang desainer ditantang oleh peminat fashion yang bukan model, atau mereka yang juga ingin tampil sebagai ikon untuk keahlian atau bidang masing-masing. Seperti aktor dan aktris, presenter, politikus, olahragawan, penari atau balerina dan banyak lagi lainnya.

Kali ini saya ditantang untuk merancang busana untuk dua remaja yang sangat mencintai bakat mereka di basket dan balet. Ini adalah tantangan luar biasa.

Di balik busana yang mereka minta, ada pesan promosi atau personal branding yang mereka mau tonjolkan dari bakat dan hobi mereka saat ini.

Seperti remaja kelas 9 ini yang berbakat di olahraga basket di sekolahnya. Titania Amalia susanto atau yang biasa dipanggil Tita, adalah remaja berusia 14 tahun yang baru saja hijrah menggunakan hijab dan tetap ingin eksis di olahraga basket di sekolahnya, SMP 24 Surabaya.

Saat melihat koleksi saya yang bertema Neo Hipop yang dikenakan oleh Sara Fajira saat launching single terbarunya Bersama DJ Tripleks bertitle ‘Julite’. Ada kedekatan antara gaya Hip-Hop dan basket, karena umumnya musik para pebasket identik dengan musik Hip-Hop.

Yang menjadi tantangan bagi saya adalah bagaimana Tita dengan hijabnya tetap terlihat sporty dan trendy untuk hobi basketnya.

Baju bagian dalam yang berupa T-Shirt hitam berlengan panjang dan legging hitam dibalut jaket Hiphop berwarna kuning-abu dan batik sebagai aplikasinya, disandingkan dengan celana training merah dengan strip hijau dan kapucong/hoodie yang bisa dicopot pasang.

Outfit seperti ini menjadi sangat sporty dan trendy gaya hijab basket si Tita.

Ballerina bukanlah hobi kebanyakan anak remaja sejak dahulu. Lain halnya dengan Elsha Richelle Geuther. Gadis yang biasa dipanggil Caca ini sudah sejak usia tiga tahun belajar belajar balet.

Dan di usianya 15 tahun ini Caca sudah sering tampil sebagai ballerina profesional di Surabaya. Caca ingin sekali tampil beda dengan tutu baletnya, tidak seperti baju balet pada umumnya.

Dengan Tutu gaya Neo Hipop yang saya buat, Caca tetap tampil sebagai ballerina tetapi terlihat lebih trendi. Bustier/kemben batik dengan potongan delapan terlihat pas mengunci pada tubuh Caca.

Sedang rok tutu dengan pola lingkar dan lima kain tulle yang ditumpuk di bawahnya terlihat fashionable dan trendi. Tutu Neo Hipop akhirnya jadi busana balet Caca yang trendi.

Tantangan ini saya selesaikan dengan menguakan pada karakter remaja dan hobi dari Tita dan Caca yang pada dasarnya energik dan cheerful. Jadi bisa diselesaikan dengan hasil yang unik. Saya siap untuk ditantang lagi nih! *

Catatan Embran Nawawi untuk iniSurabaya.com
Models : Tita & Caca
Make Up : Hana Ogawa
Photo : Zaldy Ogawa Outfits : Embran Nawawi

Pos terkait