Tak Hanya Fokus Keuntungan, Mercure Grand Mirama Juga Wadahi UMKM Gelar Produknya


iniSURABAYA.com – Dalam menjalankan bisnis di bidang properti, manajemen Mercure Grand Mirama menegaskan tidak hanya fokus pada keuntungan finansial. Kegiatan di bidang CSR juga tetap dipertahankan dan bahkan dikembangkan dengan merangkul banyak pihak.
“Dari dulu kami punya enam anak asuh. Segala kebutuhan yang menyangkut pendidikan mereka kami penuhi setiap bulan,” tegas Andreas Riyadi, GM Mercure Grand Mirama menjawab pertanyaan iniSurabaya.com, Rabu (31/3/2021).
Menurut Andreas, program anak asuh ini sudah berlangsung selama sekitar delapan tahun sejak 2013. “Sejak mereka kecil bahkan ada yang kini sudah kuliah,” papar Andreas.
Ditemui usai ‘serah terima jabatan’ dengan pendahulunya, Sugito Adhi, Andreas menyatakan pula bahwa pihaknya memberi ruang bagi UMKM untuk menggelar produknya di area lobi hotel bintang 4 tersebut.
“Kami tidak melulu berorientasi pada provit. Ada kegiatan sosial sebagai penyeimbang. Kami juga peduli dan mendukung program Bangga Buatan Indonesia. Jika produk mereka (UMKM) dilihat tamu dan laku kami tentu ikutan senang,” imbuhnya.
Andreas tak menepis ada banyak tantangan yang harus dihadapi agar tetap bisa bertahan. Diantaranya adalah hadirnya sejumlah hotel baru di Kota Surabaya.
“Itu wajar, dan harus bikin kami tambah semangat. Kami yakin setiap hotel punya keunikan tersendiri. Itulah yang diperdalam untuk menarik perhatian tamu,” tegasnya.
Selain memiliki keunggulan lokasi berada di jalan utama di kota megapolitan ini, lanjut Andreas, Mercure Grand Mirama juga sudah dikenal memiliki menu sarapan andalan yaitu ‘Soto Mirama’.
“Menu yang sudah ada sejak awal saya merintis karier di perhotel ini tetap ada sampai sekarang. Artinya, menu ini favorit tamu. Karena itu akan terus kami pertahankan dengan mengembangkan menu-menu lainnya,” beber pria yang sudah 11 tahun berkarier di dunia perhotelan ini.
Andreas menekankan pula bahwa Mercure Grand Mirama akan terus memperkuat jaringan internet sehingga bisa dimanfaatkan tamu untuk tetap bisa terhubung ketika melakukan kegiatan yang menggunakan platform digital.
Di tempat yang sama, Sugito Adhi mengatakan, bersyukur bisa mengakhiri masa jabatannya selama delapan tahun di hotel di pusat kota Surabaya tersebut. Pria yang akrab disapa Gito ini selanjutnya mendapat tugas baru dengan jabatan sama di Hotel Grand Mercure Malang.
“Hotel Grand Mercure Malang ini satu owning company dengan hotel ini (Mercure Grand Mirama. Kedua hotel ini akan tetap selalu berjalan beriringan dan saling berkoordinasi,” tandasnya. dit
















