Pelajar SMA dan SMK Adu Gagasan Inovasi di Jatim Artificial Intelligence (AI) Summit


iniSURABAYA.com – Maraknya kabar bohong (hoaks) yang menyebar melalui media sosial rupanya mengusik perhatian siswa-siswa SMK Negeri 1 Surabaya. Mereka pun berkreasi dan hasilnya adalah sebuah perangkat yang diberi nama Mriksohoax.
“Dari berita yang kita copy paste ke dalam sistem itu dapat diketahui apakah berita tersebut hoaks atau tidak,” ungkap Steven Alexander McGaw, yang jadi juru bicara tim SMKN 1 Surabaya di acara Jatim AI Summit yang disiarkan melalui Zoom, Kamis (18/11/2021).
Dalam presentasinya, Steven menandaskan bahwa akurasi dari machine learning tersebut cukup tinggi, yaitu 90 persen. Namun, Steven mengaku, piranti yang dibuat bersama empat orang temannya itu masih punya kelemahan.
“Alat ini baru bisa mendeteksi artikel saja, belum berlaku untuk gambar atau video,” bebernya.
Acara Jatim AI Summit ini diikuti 16 sekolah, 105 peserta dan 18 projek. Masing-masing sekolah mempresentasikan hasil karyanya.
Menurut Antony Simon, Sustainable Living Lab (SL2), Indonesia merupakan salah satu negara dengan peringkat tertinggi di ASEAN dalam adopsi Artificial Intelligence (AI), diikuti Thailand di posisi ke-2.
Tingkat adopsi ini sudah mencapai 24,6 persen untuk Indonesia, dan diproyeksikan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. “Artinya, kedepannya ada banyak demand dari sisi industri untuk SDM yang memiliki kompetensi AI,” urainya.

Itu pula yang melatari upaya SL2 Indonesia meningkatkan kapasitas talenta Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.
SL2 Indonesia menginisiasi Prakarsa Muda, program kesiapan digital dan inovasi komunitas berbasis AI untuk siswa 14-19 tahun yang diluncurkan di Kota Medan, Yogyakarta dan Surabaya.
Upaya tersebut dilakukan dengan mengandeng Junior Chamber International (JCI) East Java dan Indonesia AI Society (IAIS) Jatim sebagai patner di kota Surabaya. Program diawali dengan pelatihan Intel AI For Future Workspace kepada siswa kemudian diakhiri pengembangan Capstone Project Solusi AI.
Antony mengatakan hal inilah yang menjadi alasan Intel dan SL2 Indonesia berkolaborasi dengan JCI East Java dan IAIS Jawa Timur untuk gencar memperkenalkan AI kepada pelajar di Surabaya melalui program Prakarsa Muda.
Prakarsa Muda adalah program kesiapan digital dan inovasi komunitas berbasis AI yang ditujukan kepada siswa selama rentang waktu enam bulan.
“Melalui program ini, para siswa akan mendapatkan beasiswa pelatihan AI dengan kurikulum Intel,” tegasnya.
Antony menyampaikan pelatihan ini tidak hanya member ketrampilan teknis kepada para siswa, namun juga ketrampilan sosial dalam berempati dan memahami akar permasalahan.
“Kunci utama yang dibutuhkan dalam menghasilkan suatu inovasi AI bukan hanya tentang penguasaan teknologi semata, melainkan juga sensitivitas terhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di masyarakat,” tuturnya.
Antony menambahkan Jatim AI Summit diselenggarakan sebagai Showcase Event untuk mengapresiasi hasil karya siswa yang akan menampilkan Final Project yang telah dikembangkan peserta Prakarsa Muda Surabaya.
Sementara itu, Drs Suharyono MM, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Surabaya, menyambut baik acara ini karena para siswa dibimbing untuk mengembangkan Final Project berbasis AI secara berkelompok untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial.
“Semangat buat anak-anak, untuk meningkatkan minat pembelajaran AI pada generasi muda dan mendorong pengembangan inovasi serta adopsi AI oleh masyarakat dan pemerintah, agar nantinya dapat dimanfaatkan untuk membenahi permasalahan di Kota Surabaya,” katanya. ana
















