Sleep Buddy Manfaatkan Limbah Industri Tekstile Jadi ‘Teman Tidur’ Berkualitas, Perawatannya Ternyata Sangat Mudah

Indah menggerakkan banyak tenaga kerja

iniSURABAYA.com – Limbah industri tekstile, yang antara lain berupa potongan kain yang tidak memenuhi standart kualitas atau sisa kain setelah digunakan dalam produksi, menjadi salah satu penyumbang sampah cukup tinggi di Indonesia.

Ironisnya, di Indonesia tak banyak pelaku industri tekstile yang memanfaatkan sisa kain menjadi barang berguna. Akhirnya sisa kain ini menjadi limbah yang tentunya akan mencemari ligkungan.

Bacaan Lainnya

Fakta inilah yang membuat Indah Catur Agustin tergerak memanfaatkan limbah kain yang tersisa dari proses produksi pembuatan sprei atau selimut.  

Indah membuat alternatif material baru dengan mendaur ulang potongan-potongan kain sisa produksi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk-produk berkualitas tinggi dan unik.

Berbagai macam aksesoris bedding dan home textile yang kemudian diberi label Sleep Buddy ini wujudnya antara lain cushion, table runner, dan throw blanket yang semuanya berbahan dari sisa kain tak terpakai.

Menurut Indah, langkah tersebut agar bumi tidak tertumpuk oleh limbah kain setiap harinya. Dan tentunya memberikan kesempatan bagi kain yang tak terpakai agar bermanfaat kembali.

“Sleep Buddy yang saat ini tengah concern dengan lingkungan tidak hanya berfokus pada produksi namun juga peduli dengan limbah yang dihasilkan,” ungkap founder Sleep Buddy ini dalam acara jumpa pers virtual, Senin (15/11/2021).  

Indah menekankan, Sleep Buddy yang hadir sejak tahun 2009 membawa misi edukasi pada masyarakat Indonesia tentang pentingnya istirahat dengan nyenyak, salah satunya menggunakan sprei dan selimut dengan bahan yang lembut.

Di sisi lain, Sleep Buddy mengajak konsumen untuk lebih peduli lingkungan dengan terobosan terbaru.

Produk hasil daur ulang limbah tekstil yang diwujudkan dalam tiga item yakni table runner, cushion dan throw blanket ini dijual secara eksklusif di platform Tokopedia dengan harga mulai dari Rp 100.000an hingga Rp 360.000an.

Indah mengaku, produk daur ulang limbah tekstil memang membutuhkan perawatan ekstra. Karena itu dia menyarankan agar produk tidak dicuci menggunakan mesin cuci atau diberi pemutih pakaian.

“Cukup direndam pakai deterjen berbahan halus lalu dikucek sebentar dan dikeringkan pakai tangan saja,” begitu pesan Indah. ana

Pos terkait