Gandeng Dompet Dhuafa, NET Hadirkan Dapur Keliling dan ‘Taman Ceria’ Bagi Korban Erupsi Semeru

NET bersama Dompet Dhuafa menghadirkan Dapur Keliling bagi korban bencana erupsi Semeru.

iniSURABAYA.com – NET bekerjasama dengan Dompet Dhuafa berkolaborasi membantu pengungsi korban erupsi Gunung Semeru di  Lumajang, Selasa (14/12/2021).

Selama beberapa hari, kedua entitas tersebut menghadirkan berbagai layanan untuk pengungsi dan taman bermain untuk pemulihan trauma anak korban erupsi  di posko pengungsian SMA Candipuro, Lumajang.

Bacaan Lainnya

Sejumlah NET Good People dan relawan Dompet Dhuafa terlibat menghadirkan pos bantuan makanan dan kesehatan, pencucian pakaian, serta ‘Taman Ceria’ untuk anak di posko pengungsian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Menurut Nugroho Agung Prasetyo, AVP Brand Communications NET, sebagai lembaga penyiaran nasional, NET berbagi peran dengan lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa dalam membantu pengungsi korban erupsi Gunung Semeru.

Pria yang akrab disapa Agung ini menyatakan, NET dan Dompet Dhuafa bekerjasama mendorong peran partisipatif berbagai kalangan untuk terlibat bersama membantu para pengungsi.

“Kami berterima kasih atas bantuan para donatur yang sudah ikhlas bersedekah untuk kebaikan, serta peran aktif NET Good People dan relawan Dompet Dhuafa yang hadir berbagi peran membantu keluarga terdampak erupsi di Lumajang dan daerah lainnya,” tuturnya saat ditemui di lokasi pengungsian SMA Candipuro.  

Di pos pengungsian yang dikoordinir oleh Tim BPBD Jatim di SMA Candipura Lumajang, NET bersama Dompet Dhuafa dan relawan menghadirkan sejumlah inisiatif sosialnya membantu pengungsi korban erupsi Gunung Semeru. 

NET dan Dompet Dhuafa mendirikan ‘Posko Medis’ untuk layanan kesehatan pengungsi, termasuk layanan pengobatan tradisional bekam dan herbal. Untuk pasokan makanan pengungsi korban erupsi, NET dan Dompet Dhuafa membuat ‘Dapur Keliling’ yang membantu pendistribusian paket makanan, termasuk berkeliling dengan motor untuk mendistribusikan makanan ke sejumlah warga yang daerahnya sempat terisolir.

Di pojok pengungsian, sejumlah relawan NET Good People dan Dompet Dhuafa juga aktif menyediakan ‘Pojok Laundry’ yang menyediakan layanan pencucian pakaian gratis bagi para pengungsi dan ‘Pos Hangat’ menyediakan minuman hangat bagi pengungsi.

Selain itu, NET dan Dompet Dhuafa juga berbagi peran membantu rehabilitasi psikis anak-anak pengungsi korban erupsi dengan menghadirkan ‘Taman Ceria’ di lokasi pengungsian berupa arena permainan anak, serta kehadiran psikolog yang membantu menjaga kesehatan mental anak-anak.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi mengingatkan pentingnya pemulihan trauma anak sejak dini. “Ibarat sebuah luka di tangan, kalau tidak segera diobati akan menimbulkan kecacatan. Maka jangan lupakan anak-anak yang berada di daerah bencana,” pesannya.

Pria yang dikenal dengan sapaan Kak Seto ini meminta ada pendekatan psikologis bagi anak-anak tersebut. “Ajak untuk berani mengeluarkan perasaannya, ajak bermain gembira seperti sebelum terjadinya bencana ini,” ujar Kak Seto.

Data Posko per-14 Desember, menunjukkan total jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru sebanyak 10.158 jiwa. Korban meninggal akibat dampak erupsi Gunung Semeru sementara tercatat di awal pekan ini sebanyak 48 orang.

Sementara jumlah korban kumulatif rawat jalan di puskesmas dan posko kesehatan mencapai 2.004 jiwa. Populasi warga terdampak tersebar di 151 titik pengungsian. Konsentrasi para penyintas cukup besar teridentifikasi di 19 titik yang berada di tiga kecamatan, yaitu Candipuro delapan titik dengan 4.156 jiwa, Pasirian tujuh titik (1.518), dan Pronojiwo empat titik (1.056).

NET bersama Dompet Dhuafa mengajak partisipasi masyarakat dan NET Good People untuk dapat membantu pengungsi korban erupsi melalui https://donasi.dompetdhuafa.org/solidaritaserupsisemerunettv/ . wid

Pos terkait