Lestarikan Budaya Tradisional, Ipemi Jatim Tantang Anggotanya Mewiru Kain Jarik

0
1436
Dalam rangka Hari Ibu, Ipemi Jatim menggelar serangkaian kegiatan di Grand Darmo Surabaya. Diantaranya yaitu Lomba Mewiru Kain Jarik.

iniSURABAYA.com – Masih kah perempuan di era digital ini mengenal wiru kain jarik dan bahkan melakukannya?

Aktivitas yang akrab dengan keseharian nenek moyang bangsa Indonesia inilah yang jadi tantangan bagi anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jatim saat memperingati Hari Ibu di Hotel Grand Darmo Surabaya, Minggu (12/12/2021).

Lima orang anggota Ipemi Jatim ini diberi waktu hanya lima menit untuk menyelesaikan pekerjaannya mewiru kain jarik kemudian memasangkan kain jariknya di tubuh masing-masing.

“Memang tidak mudah ya, karena harus melipat kain dengan rapi dalam waktu singkat,” ujar Rina Floretta, salah seorang peserta Lomba Mewiru Jarik sambil mengungkapkan rasa syukur karena bisa menyelesaikan dengan baik.

Kesulitan dalam proses mewiru itu pula yang diakui Rina membuat anak milenial kini enggan melakukannya. “Apalagi dengan perkembangan zaman sekarang ya. Tetapi, ditegaskan Rina, sebetulnya kegiatan mewiru kain jarik ini luar biasa untuk melatih kesabaran dan ketelitian dalam mengerjakan sesuatu.

“Ini sesuatu yang baru bagi kami. Saya merasa bangga bisa ikutan, karena mewiru tidak pernah diaplikasikan dalam keseharian wanita sekarang,” tuturnya.

Rina berharap kegiatan tersebut bisa berlangsung terus dalam upaya melestarikan budaya asli Jawa.

Harapan yang sama dilontarkan Ria, salah seorang peserta lainnya. “Saya sudah lama tidak pegang jarik. Tapi bersyukur bisa selesaikan tanpa setrika. Tanpa alat apa pun. Mewiru memang murni harus pakai tangan sendiri,” kata anggota Ipemi Kota Surabaya ini.

Senada dengan Rina, Ria pun berharap tradisi leluhur  ini tidak ditinggalkan generasi sekarang. “Cara yang bisa dilakukan untuk melestarikannya adalah melalui class-class khusus, juga lomba seperti ini,” begitu sarannya.

Ditemui di tempat yang sama, Miming Merina SSos SH MM, Ketua Ipemi Jawa Timur menandaskan, lomba mewiru kain jarik ini bakal diterapkan dengan peserta kalangan muda.

“Awalnya kami pesimistis, lomba ini ada pesertanya. Tetapi, ternyata anggota Ipemi sangat antusias menyambut lomba mewiru itu,” cetusnya kepada iniSurabaya.com.

Karena itu pula, Miming bertekad untuk menggelar lomba yang sama di kesempatan peringatan Hari Ibu mendatang. “Kita harus bangga dengan tradisi nenek moyang yang punya makna penting yaitu ajarkan kesabaran dan ketelitian dalam bekerja,” ucapnya.

Selain Lomba Mewiru Kain Jarik, peringatan Hari Ibu kali ini juga diisi dengan seminar kesehatan untuk perempuan, dan gelar produk karya anggota Ipemi Jatim.

Yang tak kalah menarik adalah fashion show yang pesertanya harus punya berat badan di atas 60kg.

“Ini juga bentuk syukur. Apa pun kondisi badan kita, tetap harus percaya diri. Yang penting jaga kesehatan,” tuturnya. ap

Comments are closed.