Enggan Punya Asisten Rumah Tangga, Jadi Begini Konsep Hunian yang Disukai Pasangan Milenial

446 views
Franky Chandra, CEO Frank Amachi Group saat acara peluncuran logo baru perusahaannya.

iniSURABAYA.com – Aktivitas pembangunan hunian, khususnya bagi pasangan milenial ternyata tidak terpengaruh merebaknya pandemi Covid-19. Pembangunan rumah tinggal sepanjang dua tahun terakhir justru mendominasi hampir 100 persen.

“Dulu (sebelum pandemi), prosentasenya sekitar 50 persen rumah tinggal, 30 persen apartemen dan 20 persen sisanya pembangunan di luar itu. Misal cafe atau restoran. Tetapi selama pandemi hampir semuanya lari ke rumah tinggal,” kata Franky Chandra, CEO Frank Amachi Group usai acara peluncuran logo baru perusahaan tersebut, Selasa (25/1/2022) malam.

Menurut Franky, perusahaannya yang bergerak di bidang kontraktor dan desain interior ini menerima banyak permintaan pembangunan rumah dengan konsep modern minimalis bertingkat.

“Mereka (pasangan milenial) ini cenderung lebih suka rumah tingkat ketimbang rumah besar dengan halaman luas,” ungkap Franky.

Alasannya, lanjut Franky, pasangan muda ini enggan punya asisten rumah tangga dulu karena itu mereka ingin rumah yang gampang perawatannya. “Kalau punya rumah luas kan lebih ribet bersihkannya. Jadi rumah-rumah minimalis yang simpel banyak dipilih. Jika mau lebih luas mereka pilih bertingkat,” ujar Franky.

Lebih lanjut Franky memaparkan, untuk model rumah minimalis ini kalangan milenial cenderung suka hunian dengan banyak kaca besar sehingga memungkinan cahaya matahari yang cukup untuk masuk rumah.

Franky juga membandingkan, jika sebelumnya hunian klasik dengan sentuhan tradisional banyak diminati, sekarang justru kurang diminati. Ukiran-ukiran yang terdapat dalam hunian juga mulai hilang.

“Hunian yang dikelilingi kaca jadi tren belakangan. Selain itu, rumah didominasi dinding-dinding polos dan tambahan ornamen yang lebih simple,” imbuhnya.

Sedang untuk pewarnaan, kata Franky, pasangan milenial banyak yang mengakomodasi banyak warna dalam rumah mereka.  

Franky  member contoh, jika sebelumnya rumah didominasi warna perpaduan hitam atau putih. Kini, dalam satu rumah, beberapa warna bisa digunakan sekaligus dengan komposisi berimbang.

“Bahkan ada yang misalnya ruang tamu warnanya putih cokelat, lalu ruang tidur beda warna lagi. Atau lantai satu warna yang soft, tetapi lantai dua warna tajam. Sekarang lebih berani bermain warna. Asal komposisinya pas tetap oke,” urainya. ap

#fankamachigroup #frankychandra

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 700x100)