Solo Jadi Destinasi ke-3 Super Air Jet di Pulau Jawa, Ari Azhari: Pelancong Muda Bisa Temukan Tempat ‘Hits dan instagramable’

0
1022
ILUSTRASI : Super Air Jet (IST)

iniSURABAYA.com – Super Air Jet membuka destinasi baru ke Solo mulai Rabu (5/1/2021). Maskapai mengusung konsep sesuai tren kekinian ini setiap hari melayani rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang ke Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Solo di Boyolali.

Pembukaan rute baru tersebut, menurut Ari Azhari, Direktur Utama (Chief Executive Officer), karena Jakarta–Solo–Jakarta dikenal sebagai rute super populer.

“Rute ini memiliki potensi pasar tinggi serta ramai peminat jalur udara  sesuai kebutuhan pelancong kekinian,” tandasnya melalui rilis yang dikirim ke redaksi iniSurabaya.com.

Sejak terbang perdana pada 6 Agustus 2021, Super Air Jet terus mengembangkan jaringan. Solo adalah destinasi ke-3 di Pulau Jawa setelah Surabaya dan Yogyakarta, dan ke-11 secara nasional.  

Super Air Jet  sudah terbang rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke :
1. Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO)
2. Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Kepualuan Riau (BTH)
3. Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM)
4. Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB)
5. Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA)
6. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar di Badung, Bali (DPS)
7. Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat (LOP)
8. Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya, Kalimantan Barat (PNK)
9. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau (PKU)
10.Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang di Padang Pariaman, Sumatera Barat (PDG).

Sejarah Sala
Ari lalu memapar sejarah, kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah ini pada mulanya bernama ‘Sala’, yang dulunya dipimpin seorang Ki Gede Sala atau Kiai Sala. 

Desa Solo kemudian berubah menjadi pusat kerajaan dengan berdirinya Keraton Surakarta Hadiningrat. 

Seiring perjalanan waktu, Surakarta sebagai  nama dari sebuah keraton ditetapkan menjadi nama resmi kota administratif. Sedangkan, Solo atau Sala lebih akrab penyebutan populer atau yang umum di masyarakat. 

Seperti peribahasa ‘satu kali mendayung, dua hingga tiga pulau terlampaui’. Pelancong muda yang  sudah berada di kota ini, bisa mudah menemukan tempat ‘hits dan instagramable’, seperti wisata sejarah, wisata kulineran, dan wisata pendidikan.  

Ketika di Boyolali (area dekat bandar udara), sambangi langsung Gardu Pandang Bukit Batur yang ada di puncak Suroteleng. Pemandangan elok dipadukan hawa dingin dan kabut tipis sangat memukau untuk wisata alam.  

Bagi pehobi fotografi, bisa mengunjungi ‘The Heritage Palace’, salah satu wahana wisata yang dulunya pabrik gula peninggalan Belkamu sejak 1892. “Menarik sekali, setiap sudut sangat kental nuansa Eropa klasik,” ungkap Ari. 

Selain itu, bisa menjajal Museum 3D Trick Art, Omah Kwalik, Museum Transportasi, Museum Industri, Garden Retro Paradise, Kids Town dan Food Street untuk mengobati kerinduan cita rasa khas masakan ala Jawa Tengah. wid

Comments are closed.