Permudah Pejuang 2 Garis Dapatkan Momongan, Morula IVF Akuisisi RSIA Pusura Tegalsari

Dr dr Ivan Rizal Sini, Presiden Direktur PT Morula Indonesia (kanan) dan Prof dr Sri Harmadji, Komisaris Utama PT Medika Sejahtera (kiri) bertukar plakat usai penandatanganan akta jual beli RSIA Pusura Tegalsari Surabaya.

iniSURABAYA.com – PT Morula Indonesia resmi mengambilalih manajemen dan sekaligus bangunan RSIA Pusura Tegalsari. Langkah tersebut sebagai upaya Morula In Vitro Fertilization (IVF) meningkatkan layanan pada pasangan yang mengalami hambatan dalam mewujudkan keinginannya memperoleh momongan.

Dr dr Ivan Rizal Sini, Presiden Direktur PT Morula Indonesia menegaskan, Morula IVF Indonesia terus berkomitmen serius membantu pasangan suami istri yang ingin mencapai mimpinya mendapatkan buah hati, dengan fokus pengembangan layanan bayi tabung atau IVF.

Bacaan Lainnya

“Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) ini wujud komitmen Morula IVF Indonesia dalam melayani lebih banyak ‘pejuang-pejuang dua garis’ di Jawa Timur, khususnya Surabaya,” ungkap Ivan saat jumpa persi di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (7/4/2022) malam.

Ivan menambahkan, pengambilalihan RSIA Pusura tersebut juga bentuk optimistis menuju perkembangan bisnis dan pertumbuhan yang semakin besar di Tahun 2022.

“Juga memberikan keyakinan untuk terus tumbuh. Selain memperkuat internal core business, ekspansi klinik dan layanan tetap menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Menurut Ivan, untuk penekanan terhadap lifestyle healthcare product, ekspansi-ekspansi akan dilakukan di 2022. “Tak hanya dari sisi product, namun jumlah outreach market,” bebernya.

Ivan meyakini hadirnya Morula di pusat Kota Surabaya ini akan memperkuat positioning Morula di Kota Pahlawan, karena sebelumnya hadir Morula di Surabaya Barat.

Ivan menyatakan, Morula IVF Indonesia merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System yang fokus dalam pengembangan klinik fertilitas ‘Morula IVF’ di Indonesia.

Dalam pengembangan Bundamedik Healthcare System, pada Tahun 1997 mendirikan Klinik Fertilitas Morula yang saat ini berganti nama menjadi Morula IVF Jakarta, menjadi salah satu klinik fertilitas terbesar di Indonesia dengan total 10 klinik.

Ivan lalu memapar fakta, bahwa pasien yang mengikuti program bayi tabung semakin bertambah dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 30 persen per-tahun.

“Dari pengalaman lebih dari 23 tahun, Morula IVF yang tersebar di kota besar seluruh Indonesia siap memberikan pelayanan terbaik untuk Moms and Dads, dengan tingkat keberhasilan tertinggi pernah mencapai 72 persen,” tandasnya.

Tak hanya itu, kata Ivan, sebagai pemberi layanan kesehatan reproduksi, hampir 50 persen program bayi tabung di Indonesia dilakukan klinik-klinik di bawah PT Morula Indonesia.

Berdasarkan data Morula, program bayi tabung tumbuh 46 persen dalam satu tahun terakhir. “Ini merupakan pertumbuhan luar biasa sekali. Ini adalah achievement yang akan terus kita tumbuhkan,” tandasnya.

Bahkan dia mencatat angka pasien program bayi tabung di Surabaya terbilang cukup tinggi. Total mencapai 800 pasien dalam satu tahun terakhir.

“Tahun lalu di Surabaya terdapat 800 orang menjalani program bayi tabung. Pertumbuhan demand dari masyarakat memang meningkat,” urainya.

Di Surabaya sendiri rumah sakit khusus bayi tabung berada di bawah manajemen PT Morula Indonesia sejak sembilan tahun terakhir dan berlokasi di National Hospitals (NH).

Rumah sakit ini menjadi jujukan pasangan suami istri yang mengalami kendala reproduksi. Masa pandemi ini animo program bayi tabung juga semakin meningkat.

“Faktor yang mempengaruhi antara lain semakin tingginya tingkat edukasi tentang fertilitas,” tegas Ivan.

Seiring penandatangan AJB tersebut, nama RSIA Pusura Tegalsari Surabaya menjadi RSIA Morula. Proses penandatangan AJB dilakukan langsung oleh Dr dr Ivan Rizal Sini, Presiden Direktur PT Morula Indonesia dan Prof dr Sri Harmadji, Komisaris Utama PT Medika Sejahtera. ap

Pos terkait