Tegaskan Chiki Ngebul Berbahaya untuk Anak, Dokter Beny Minta Sekolah Lakukan Sweeping

0
428

dr Benyamin Kristianto MARS

iniSURABAYA.com – Maraknya kabar terkait jajanan Chiki Ngebul dan menimbulkan korban, terutama anak-anak usia sekolah dasar menimbulkan keprihatinan bagi orang tua.

dr Benyamin Kristianto MARS menegaskan bahwa jajanan Chiki Ngebul yang sangat populer di kalangan anak-anak tersebut merupakan jajanan yang sangat berbahaya.

“Sebenarnya saya heran juga, bagaimana orang bisa memiliki inisiatif membuat jajanan yang bisa membunuh orang lain, terutama anak-anak,” tandas anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Pria yang akrab disapa dokter Beny ini lalu mengungkapkan bahwa bahan baku pembuatan Chiki Ngebul adalah nitrogen cair, yaitu nitrogen yang mengalami proses distilasi.

“Nitrogen cair bersifat nontoksik, tidak berbau, dan tidak berwarna,” tuturnya.

Menurut dr Beny, nitrogen cair biasa digunakan dalam proses kriopreservasi yaitu untuk mengawetkan sampel biologis, seperti sperma, sel telur, dan sampel genetik hewan, serta sebagai pendingin pada beberapa peralatan.

“Krioterapi untuk terapi pada kulit yang abnormal. Walaupun nitrogen memiliki banyak manfaat bagi manusia, kita harus berhati-hati dalam menggunakannya,” cetusnya.

Dokter Beny mengingatkan agar nitrogen cair ini tidak sampai kontak dengan kulit. “Suhunya yang terlalu dingin bisa menyebabkan iritasi atau terbakar. Tidak boleh sampai terhirup. Nitrogen cair tidak boleh disimpan di wadah tertutup karena bisa menyebabkan ledakan,” imbuhnya.

Nitrogen jenis ini merupakan cairan cryogenic untuk mempercepat pembekuan dan dapat menyebabkan radang dingin (frosbite) setelah kontak dengan jaringan hidup. Efisiensi nitrogen cair untuk pendingin dibatasi oleh kecepatan titik didih pada kontak dengan benda yang lebih hangat.

Efek ini disebut dengan efek Leidenfrost. “Pemberian nitrogen untuk membunuh sel-sel supaya mati. Nah dampaknya, bila sel-sel tersebut yang sehat kena nitrogen bisa menyebabkan sel jadi rusak. Karena itu bisa berdampak pada pernafasan,” paparnya.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim ini menyatakan, ketika nitrogen cair terhirup, efek dari nitrogen yang menggantikan posisi oksigen yang fungsinya bertemu dengan paru-paru. Akibatnya orang itu pertama akan mengalami sesak nafas.

“Dampak keduanya adalah cairan nitrogen itu masuk ke dalam tenggorokan dan lambung sebagai penampungan. Sementara belum dicerna maka akan menimbulkan luka pada tenggorokan dan lambung tersebut. Nah itu bisa terjadi ketika nitrogen cair tersebut dikonsumsi manusia,” urainya.

Dokter Beny berharap sekolah-sekolah maupun Dinas Kesehatan melakukan sweeping terhadap penjual-penjual di sekitar sekolah. “Harapan kami, setiap sekolah punya kantin sendiri sehingga anak-anak bisa makan makanan yang tepat dan sehat di bawah pengawasan sekolah,” pintanya.

Tetapi, kata dokter Beny, kalau ternyata harus makan di sekitar sekolah, maka sebaiknya diadakan sweeping atau pemeriksaan oleh guru-guru UKS atau Dinas Kesehatan secara berkala.

“Jangan sampai ada makanan-makanan berbahaya yang dikonsumsi oleh anak-anak kita,” pungkasnya. yul

Comments are closed.