‘First Jump’ : Ajang Apresiasi Seniman Muda dari Berbagai Daerah di Indonesia

0
1292

ZumenArt merupakan kelas menggambar daring dan luring yang berdiri sejak 2008 di Surabaya. Sejak didirikan, ZumenArt berkomitmen menjadi lembaga yang fokus memberikan pengetahuan menggambar kepada siapa saja khususnya anak-anak.

Proses pembelajaran itu dilakukan di dua studio ZumenArt yaitu di Taman Ubud 1 F4 Nomor 6 Perumahan Purimas, Gunung Anyar, dan Ruko Northwest Boulevard NV 05/31 Citraland, Surabaya.

”Kami segera membuka cabang ZumenArt di Solo,” ujarnya.

Hari Buku Nasional
Pameran yang disajikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-14 ZumenArt yang jatuh pada 5 April ini sekaligus untuk memperingati Hari Buku Nasional pada 17 Mei.

Karena itu pula pameran hasil kerja bareng ZumenArt dan Faber-Castell ini juga melibatkan Dispursip Provinsi Jatim.

“Dengan membaca anak-anak mampu mengembangkan imajinasi dan kreativitas yang dapat memperkaya ide untuk membuat karya gambar dan lukisan,” ujar Ir Tiat S Suwardi MSi, Kepala Dispursipprov Jawa Timur.

Diakui Tiat, sejauh ini Pemprov Jatim melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  menyediakan ruang perpustakaan ramah anak yang menyediakan koleksi novel, buku cerita, buku pelajaran, dan buku-buku anak lainnya.

“Selain itu ada ruang audio visual yang biasa digunakan untuk menonton film dan mendongeng,” imbuhnya.

Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar atau Learning Resources Center dapat dijadikan acuan bagi anak-anak yang memerlukan referensi dalam mendapatkan ide untuk mengembangkan kemampuan atau imajinasi seninya.

Tiat mengingatkan bahwa seniman muda ini merupakan bibit-bibit yang akan meneruskan kemajuan kesenirupaan Indonesia.

“Melalui pameran seni semacam ini, saya berharap dunia seni Indonesia di masa mendatang memiliki seniman-seniman yang bukan hanya cakap dalam berkarya tetapi juga produktif dan berempati,” tandasnya.

Tiat mengaku senang seniman muda itu akan produktif dalam menghasilkan karya baru yang berkembang, serta berempati terhadap sesama melalui semangat berbagi. 

“Selain itu seniman-seniman muda ini dapat melakukan latihan berinteraksi dengan masyarakat pencinta seni melalui karya yang dihadirkan,” tuturnya.

Tiat pun berharap ZumenArt yang menggagas pameran bersama Faber-Castell terus menjadi wadah seniman-seniman muda dalam menemukan jati diri, wadah seniman-seniman muda dalam menumbuhkan ide-ide kreatif dan mengasilkan seniman yang berkualitas dan berempati.

”Saya juga berharap kegiatan pameran ini menjadikan anak-anak lain terpacu untuk turut serta berpartisipasi dan menyukai seni. Semoga ZumenArt menjadi mitra perpustakaan untuk membantu tumbuh-kembang jiwa seni anak-anak,” urainya.

Istimewanya, pameran ini tak hanya untuk unjuk karya. Namun para seniman yang terlibat memiliki misi mulia. Terlihat dari rencana memberikan karya seni yang dipamerkan sebagai suvenir bagi para donatur buku-buku cerita yang akan diberikan kepada anak-anak TK di pedalaman Kupang, Nusa Tenggara Timur. ana

1 2

Comments are closed.