
Dokter Bambang mengakui, permintaan pasien untuk tindakan bedah estetik ini mayoritas untuk ‘perbaikan’ di bagian bibir, kelopak mata, dagu, tulang rahang, tulang pipi, dan juga payudara.
“Sesuai konsep kecantikan, memang tidak semua hidung standar. Karena itu, perlu ada tindakan bedah estetik agar tampilan seseorang bisa jadi lebih baik lagi,” cetusnya.

Karena bedah kecantikan ini tidak untuk tujuan kesehatan, lanjut dr Bambang, tindakan-tindakan yang bakal menimbulkan risiko negatif pada pasien pasti tidak akan dilakukan.
“Setiap tindakan operasi pasti ada risiko. Karena itu kami sarankan pasien untuk konsultasi dulu, dan menyetujui tindakan operasi beserta kemungkinan-kemungkinan risiko yang bakal timbul akibat operasi estetik ini,” paparnya.
Di kesempatan yang sama, Theo Daniel, Chief Business Developmen & Public Relation NMW Clinic mengungkapkan pada bulan September mendatang NMW Clinic bakal menambah satu cabang baru di kawasan Surabaya Barat.
Saat ini Surgery Center yang dimiliki NMW Clinic berlokasi di area Surabaya Timur. “Saat ini kecantikan bukan lagi kebutuhan sekunder atau tersier, tetapi sudah jadi kebutuhan primer. Apalagi selama pandemi 2020,” ucapnya.
Karena itu, Theo menyatakan, NMW Clinic terus berupaya untuk mendekatkan diri ke masyarakat. “Di tahun 2022 ini kami akan ekspansi dan buka lima cabang baru,” bebernya. ap
















