
Begitu seterusnya hingga pemberhentian terakhir. “Selama satu jam, iCar akan terus bergerak dari halte ke halte,” papar dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut.
Meski sudah beroperasi, Rudy mengaku bahwa iCar masih dalam tahap uji coba (trial). Karena itu, ITS telah menyiapkan satu orang operator yang ditugaskan memantau jika terjadi kondisi darurat.
Tak hanya operator, jika ada masalah, penumpang dapat langsung menekan tombol emergency yang tersedia sehingga iCar otomatis berhenti.

Selain itu, iCar juga menyediakan website yang bisa diakses penumpang di laman http://riset.its.ac.id/icar. Website ini nantinya digunakan untuk memonitor lokasi iCar secara real-time.
Saat ini, kata Rudy, iCar baru difungsikan untuk kapasitas lima penumpang dan hanya berjumlah satu unit.















