
Berdasarkan survei pengguna Google, sebanyak 96 persen orang menyukai game Pamali: Indonesian Folklore Horror. Dengan tingginya rating tersebut, tak heran bila film enthusiast memiliki ekspektasi tinggi terhadap film ‘Pamali’.
“Menghidupkan kembali nilai tradisi lokal Indonesia melalui media modern seperti game dan film adalah hal yang menarik bagi saya, terutama jika targetnya adalah kaum muda,” ujar Bobby Prasetyo, sutradara ‘Pamali’.

Game Pamali yang keluar tahun 2018 lalu sudah dikenal bahkan hingga ke luar negeri. “Bagi saya, ini menjadi kesempatan sekaligus tantangan untuk membuat sebuah karya yang bermanfaat melestarikan tradisi, sekaligus populer dan disukai banyak penonton, khususnya mereka yang punya ekspektasi terhadap film Pamali,” ujar Bobby yang pernah mendapatkan nominasi sebagai sutradara muda di Piala Maya 2019.
Berikut mungkin beberapa hal menarik yang sudah kalian notice atau malah kelewat dari trailer dan perbandingan antara game dengan film Pamali.
















