
“Berdasarkan analisis algoritma yang kami temukan, program-program kerja untuk Alsa ke depannya akan fokus pada pasar global,” ungkap Yonathan Nugroho, CEO Trinity Optima Production.
Yonathan menyebut teknologi membuka jalan bagi industri musik nasional untuk berekspansi lebih cepat. “Saat ini musik kita dengan mudah masuk ke algoritma platform streaming atau media sosial manapun,” tuturnya.
Dampaknya, lanjut Yonathan, penyanyi mendapat ekspose tambahan yang memperluas promosi karyanya. “Dari sini kami mengatur strategi agar karya-karya artis yang beredar di platform digital dan sosial media bisa sampai ke audiens luar,” paparnya.
Menurut TOP, hal penting yang harus disiapkan adalah portfolio global untuk talent. Sebab, pertimbangan kemitraan internasional tidak lagi terpaku pada pembuktian prestasi musikalitas semata, tapi juga banyaknya variasi kolaborasi yang pernah dilakukan oleh public figure tersebut.
“Ini adalah salah satu faktor penting yang membuat nama artis diperhitungkan di ranah internasional. Perkembangan teknologi dan dinamika tren membuat industri musik juga ikut terdisrupsi, sehingga TOP terus berupaya ambil bagian lebih besar lewat karya-karya yang menginspirasi kebahagian untuk masyarakat,” pungkasnya. wid
















