Makin Cakap Gunakan Media Sosial, Mahasiswa Stikosa–AWS Dibekali Ilmu Forensik Digital

0
1247

“Ketika pengguna media digital menjadi korban kejahatan digital, korban bisa mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk memproses melalui jalur hukum,” imbuh Bagus Winarko, yang kesehariannya bertugas di BPSDMP Surabaya.

Forensik digital diperlukan karena biasanya data yang ada di perangkat target yang hendak diforensik telah dikunci, dihapus, atau disembunyikan. Data-data tersebut dapat menjadi alat bukti dalam proses hukum ketika terjadi masalah atau tindak kriminal.

Maka dari itu, rekam jejak digital perlu menjadi perhatian kita semua. Sekalipun dihapus dari perangkat sebagai upaya menghilangkan barang bukti, namun hal itu dapat ditelusuri melalui forensik digital.

TSA merupakan program kerjasama antara Kementerian Kominfo RI dengan Stikosa-AWS yang bertujuan memberi bekal agar mahasiswa makin cakap digital. Media Data Analyst, satu dari sejumlah materi TSA yang diajarkan pada mahasiswa Stikosa-AWS.

Sedikitnya 10 dosen Stikosa-AWS terlibat sebagai instruktur, dari 15 instruktur TSA yang ditunjuk Kementerian Kominfo. Yaitu antara lain Meithiana Indrasari, yang juga Ketua Stikosa-AWS, Jokhanan Kristiyono, Suprihatin, Dwi Prasetyo, Eko Pamuji, Zainal Arifin Emka, Wibawanti Ratna Amina, Ratna Puspita Sari, Riesta Ayu Oktarina, Moch. Arkansyah, dan Adhi Prasnowo.

1 2 3

Comments are closed.