
Pada kategori ini, peserta ditantang mendesain mobil dengan bahan yang kuat namun ringan, efisiensi fuel cell dan motor electric yang tinggi, sistem transmisi dengan friksi yang rendah, dan integrated sensor untuk mengomunikasikan kondisi mobil kepada driver.

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut mahasiswa yang kerap disapa Gery ini, Antasena Alpha dirancang dengan desain bodi yang lebih aerodinamis berbahan komposit karbon fiber yang memiliki sifat rigid dan ringan.
Hal itu merupakan kunci utama dari mobil hemat energi. “Antasena Alpha ini juga menggunakan chassis tipe ladder frame berbahan aluminium yang ringan dan kuat untuk menopang beban sekitar 150 kg,” ungkap Gerry.
Mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ini melanjutkan, pengembangan juga dilakukan pada sistem transmisi dengan melakukan peningkatan efisiensi sistem transmisi pada bagian penggerak yang menggunakan DC motor.
Faktor penting yang juga berpengaruh pada mobil hemat energi yaitu velg dan ban. Mobil Antasena Alpha menggunakan velg dengan material komposit karbon fiber dan ban yang ringan dengan jenis flat tire.
Dengan berbagai inovasi yang dikembangkan tersebut, Antasena Alpha mampu melaju dengan efisiensi bahan bakar 228 kilometer per-meter kubik. Hingga akhirnya berhasil mengantarkan Tim Antasena ITS menjadi juara tiga pada kategori tersebut.
















