
Di sisi lain, lanjut Marniati, agenda Esat Java Bridal Wear itu juga upaya untuk memperkenalkan busana pengantin tradisional Jawa Timuran, khususnya dalam ranah modifikasi.
Setiap kelompok mahasiswa diberi waktu selama empat bulan untuk menyelesaikan tugasnya sebelum kemudian diperagakan di depan publik. “Waktunya adalah satu semester, mulai ide, buat desain, portofolio, sampai digelar di sini,” tuturnya.
Marniati mengaku pula bahwa seluruh bahan disiapkan oleh masing-masing kelompok mahasiswa. “Kecuali make up kami dapat sponsor, juga model kerjasama dengan Ardi Management,” teganya.
Sementara Ardi Meidijanto, pengelola Ardi Management menyatakan, model yang dilibatkan dalam agenda East Jawa Bridal Wear kali ini ada 36 orang. “Masing-masing 18 model cewek dan cowok,” paparnya.
Bagi model asuhan Ardi Management, pentas tersebut sekaligus menambah portofolio bagi sang model. “Pentas seperti ini diperlukan untuk menambah jam terbang mereka, khususnya bagi para model baru,” urainya. ap
















