Mahasiswa UC Ajak Posyandu Remaja Puskesmas Dinoyo Melukis Cita-Cita dengan Bahan Roti dan Meses


Untuk memudahkan peserta menggambar, Putu memberi arahan tahapan yang harus dilakukan. “Roti sebagai kanvasnya atau kertasnya, kemudian meses digunakan sebagai catnya,” tutur Putu.
Dia menambahkan, roti diletakkan di atas meja atau piring, kemudian ditempelkan meses menggunakan tusuk gigi untuk membentuk objek sesuai kreasi peserta.
Putu mengaku agenda ini merupakan materi penyegaran sekaligus melatih kreativitas anak dalam mengembangkan dirinya, khususnya di bidang seni.
Workshop ini disambut antusias karena memberikan pengalaman baru kepada anak-anak. “Juga sebagai ajang bersenang-senang karena mereka bisa makan karya mereka,” kata Putu kembali sambil tertawa.
Putu mengatakam, kesulitan dalam membuat karya ini adalah menyusun meses ke roti sangat membutuhkan kesabaran ekstra. “Peserta dituntut berhati-hati dan pelan-pelan menempelkan mesesnya. Ada juga perserta yang kurang sabar dalam melukis roti meses ini,” imbuhnya.
Namun, diakui pula oleh Putu, beberapa peserta berhasil menemukan teknik melukis roti meses. Mereka menggunakan dua tusuk gigi dan menjadikannya sebagai sumpit kecil untuk meletakkan meses.

Ada pula yang memberi garis terlebih dahulu pada roti agar memudahkan peletakan meses. “Juga terlihat ibu-ibu pendamping posyandu mengikuti workshop. Bu Nining misalnya membuat lukisan dengan bentuk pohon cemara,” tutur Putu.
Di akhir kegiatan, peserta diminta membagikan cerita atas karya mereka. Ima salah satu peserta mengungkapkan bahwa dia bercita-cita menjadi pramugari, karena itu dia membuat pesawat terbang.
Peserta lain, Farel, membuat bentuk koki, karena gemar masak dan ingin menjadi chef profesional. Putu berharap, kegiatan ini bisa mengembangkan sense of art para remaja. wid
















