Warumas Gelar Bincang Puisi di Kampus Unigoro: Piawai Merangkai Kata Tak Harus Jadi Penyair!

0
1032

Jadi, lanjutnya, generasi milenal diharapkan tidak alergi terhadap karya sastra, khususnya puisi. “Kreativitas dalam merangkai kata, memilih kosa kata yang tepat itu penting untuk bidang-bidang pekerjaan tersebut. Dan untuk itu tidak harus jadi penyair,” cetusnya.   

Lebih lanjut dia menyatakan, Warumas berawal dari silaturahim belasan wartawan ‘sepuh’ di grup WhatsApp. Antologi puisi ‘Kucinta Negeri, Kutulis Puisi’ adalah buku kumpulan puisi kedua yang dirilis Warumas.  

Yang gabung dalam buku kumpulan puisi ‘Kucinta Negeri, Kutulis Puisi’ ini adalah Amang Mawardi, Aming Aminoedin, Achmad Pramudito, Arieyoko, Imung Mulyanto, Karyanto, Krismaryono, Rokim Dakas, Sasteya Wilutama, Toto Sonata, Yulie Iksanti, dan Widodo Basuki.

Buku kumpulan puisi ini dilaunching di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya komunitas Warumas juga menggelar acara baca puisi bareng sejumlah tokoh masyarakat di Surabaya Suites Hotel.

Aksi baca puisi bareng ini terakhir diadakan di kampus Stikosa AWS. “Kami akan terus bergerak. Setelah Bojonegoro, insyaallah berikutnya kami ke Jombang,” kata mas Pra. wid

1 2

Comments are closed.