Bakal Jadi Destinasi Wisata Murah, Pemkot Surabaya Mulai Benahi THR dan Taman Remaja Surabaya

0
560

ILUSTRASI : Kondisi THR Surabaya setelah ditutup pada 2018.

iniSURABAYA.com – Setelah sempat ditutup pada tahun 2018, Pemkot Surabaya bakal kembali menghidupkan kompleks eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa.

Rencananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal membuat kedua tempat hiburan legendaris di Kota Pahlawan tersebut menjadi satu kawasan destinasi wisata murah.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya mengatakan bahwa pembangunan kompleks eks THR-TRS akan dimulai tahun 2023. Mulai tahap rencana pembangunan ini, Pemkot juga meminta pendampingan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Pengerjaan Insyaallah mulai tahun (2023) ini. Ini sudah mulai kita melakukan pendampingan-pendampingan dari kejaksaan tinggi. Insyaallah kita mulai di bulan depan pemilihannya (investor),” kata pria yang akrab disapa Cak Eri ini.

Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya ini juga mengungkapkan bahwa biaya pembangunan ulang kompleks eks THR-TRS dengan luas sekitar 5,2 hektar, nantinya dilakukan melalui kerjasama investor. Pihaknya memastikan, saat ini Pemkot tengah membahas skema kerjasama yang tepat apakah melalui lelang atau sewa.

“Tetapi memang saya mintanya itu wisata murah, paling larang (mahal) kan (tiket) Rp 25.000,” tegasnya.

Menurut Cak Eri, apabila melalui sewa, maka mekanisme kerjasama eks THR dan TRS tidak perlu lewat lelang. Sementara jika menggunakan lelang, maka kerjasama bisa dilakukan melalui skema BOT (Build, Operate and Transfer) atau BTO (Build, Transfer, Operate).

“Kita lihat, kalau BOT atau BTO, maka dilelang, kalau sewa kan tidak. Tapi ada beberapa kemarin yang menyampaikan ya sudah kita lihat, kalau dia (investor) mengajukan secara sewa silakan,” paparnya.

Namun, Cak Eri juga berpesan kepada calon investor agar konsep penataan wisata eks THR-TRS ke depan banyak menyediakan ruang terbuka untuk keluarga. Termasuk pula tidak meninggalkan keberadaan panggung kesenian tradisional seperti ludruk dan ketoprak yang sebelumnya pernah ada.

“Saya ingin ada banyak space ruang terbuka banyak buat keluarga. Terus menampilkan seni ketoprak, seni ludruk. Karena saya tidak ingin warga Surabaya lupa dengan ludruk, ketoprak dan Srimulat yang dulu mengangkat nama besar Surabaya,” imbuhnya.

Apabila kerjasama dengan investor nanti sudah berjalan, Cak Eri menyatakan, secara otomatis kompleks eks THR dan TRS menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Termasuk pula mengenai keamanan terhadap setiap wahana wisata yang nantinya ada di sana.

“Kalau nanti sudah ada pihak ketiga, maka secara otomatis pihak ketiga punya kewajiban untuk melakukan audit, punya kewajiban untuk mengecek (wahana) permainannya,” pungkasnya. wid

Comments are closed.