Bakal Jadi Pusat Grosir dan Jajanan Tradisional, Pasar Kembang Mampu Tampung 600 Pedagang

0
588

ILUSTRASI : Pasar Kembang Surabaya.

iniSURABAYA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melakukan revitalisasi dan pengembangan sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota Pahlawan. Dan salah satu pasar yang menjadi prioritas pada tahun 2023 ini adalah Pasar Kembang Surabaya.

Rencananya, pasar yang berlokasi di Kecamatan Tegalsari tersebut akan dijadikan pusat grosir jajanan tradisional. Revitalisasi dilakukan pasca terjadinya kebakaran pada 22 Agustus 2021, sekaligus untuk mengembangkan pasar.

“Kalau memang bisa direalisasikan tahun ini, tahun ini juga akan kami geber supaya pedagang UMKM yang jualan kue jajanan pasar bisa masuk,” ungkap Agus Priyo, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya.

Agus menambahkan, sebelum terjadinya kebakaran, area lantai 2 Pasar Kembang bisa menampung 220 pedagang jajanan tradisional. Setelah direnovasi, nantinya area lantai 2 diperkirakan dapat menampung sebanyak 600 pedagang.

“Jadi ada kesempatan besar bagi UMKM-UMKM masuk,” ujarnya.

Menurut Agus, revitalisasi pasar tradisional ini mendukung program Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya dalam menggeber perekonomian UMKM. Begitu pula pasar-pasar tradisional lain yang berada di bawah PD Pasar Surya akan dikembangkan.

“Karena ini kan semangat Pak Wali Kota untuk mengembangkan UMKM. Beberapa prioritas sudah kami susun, mapping area untuk pasar-pasar mana saja. Tetapi saat ini Pasar Kembang menjadi prioritas utama,” urainya.

Agus menyebutkan pula, selama ini Pasar Kembang menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi UMKM Surabaya. Bahkan, dalam satu malam, para pedagang jajanan tradisional di Pasar Kembang mampu meraih omzet Rp 2-6 juta.

“Bahkan, ada yang Rp 6 juta per-malam. Jualan itu mulai pukul 02.00 WIB sampai pukul 05.00,” paparnya.

Agus Priyo optimistis ketika nanti direvitalisasi, perputaran ekonomi di Pasar Kembang semakin meningkat. Terlebih lagi, kapasitas pedagang atau UMKM yang berjualan di sana juga akan bertambah.

“Pertumbuhan ekonomi kalau memang itu 600 pedagang bisa (masuk), paling tidak masyarakat Surabaya ikut menikmati adanya Pasar Kembang di bawah Pasar Surya,” tegasnya.

Selain Pasar Kembang, sejumlah pasar lain juga bakal direvitalisasi oleh Pemkot Surabaya di tahun 2023. Sejumlah pasar itu adalah Pasar Kendangsari, Pasar Pucang Anom dan Pasar Pabean.

Saat ini, PD Pasar Surya mengelola sebanyak 67 pasar tradisional dengan luasan total mencapai 257.725 meter persegi. Puluhan pasar tradisional ini lokasinya tersebar di wilayah Surabaya Pusat, Utara, Selatan, Timur dan Barat.

Dari total jumlah pasar itu, enam di antaranya dalam kondisi baik. Lalu, 51 dalam kondisi sedang dan 10 dalam kondisi cukup. Untuk jumlah pedagang, tercatat meningkat dari tahun 2021 ke 2022.

Jika pada tahun 2021, jumlah pedagang mencapai total 14.212, meningkat jadi 14.675 di tahun 2022.

Agus berharap, masyarakat tidak membanding-bandingkan pasar tradisional dengan pasar modern. Sebab, itu dinilainya juga tidak apple to apple atau sepadan. Meski begitu, ia juga menginginkan, PD Pasar Surya ke depan dapat memiliki pasar yang jauh lebih bagus dari pasar modern milik swasta.

“Kalau pasar tradisional ini kan sifatnya juga membantu supaya masyarakat mendapatkan bahan (pokok) sesuai kemampuan, harganya terjangkau. Sebagaimana semangat dari Pak Wali Kota, UMKM harus juga ditingkatkan,” urainya.

Sementara di tempat terpisah, Eri Cahyadi menyampaikan, bahwa pergerakan ekonomi suatu daerah, 90 persen ditopang UMKM. Maka menurutnya, menggerakkan UMKM merupakan salah satu cara untuk mengentas kemiskinan dan pengangguran.

“Karena jumlah pekerjaan sebuah kota terbatas. Berarti apa? Dia harus bisa menjadi seorang pengusaha atau bergerak dalam bidang apa. Di situlah maka saya menggerakan UMKM. Ketika UMKM bergerak, maka perekonomian ikut bergerak,” kata Eri Cahyadi. wid

Comments are closed.