
Tiga seniman muda penyandang autisme saat unjuk kemampuan melukis di Artotel TS Suites Surabaya.

Tiga seniman muda penyandang autisme saat unjuk kemampuan melukis di Artotel TS Suites Surabaya.
iniSURABAYA.com — Tiga seniman muda menggelar pameran lukisan bersama di Artotel TS Suites Surabaya. Uniknya, pelukis yang unjuk karya di pameran bertajuk ‘Fantasi dalam Garis yang Bergerak’ ini semuanya adalah penyandang autisme.
Meski demikian, Vincent Prijadi Purwono, Celena Aline Setiyoko, dan Ian Theodore Pantoro mampu menunjukkan kemampuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat lukis sehingga berwujud gambar.
Sebanyak 32 karya lukis mereka dipajang hingga 1 April mendatang. Lukisan yang seluruhnya mengunakan cat akrilik ini disajikan dalam beragam genre. Ada yang ekspresionis, pemandangan, dan juga karikatur.
Menurut Tory, therapist anak-anak penyandang autisme tersebut, pemilihan media lukis sangat berpengaruh dalam proses kreasi anak-anak autis. “Mereka sudah menjajal semua jenis media lukis lainnya, seperti cat air, crayon, dan cat minyak,” tegasnya.
Namun, pilihan mereka akhirnya jatuh ke media lukis yang dianggap ‘ramah’, yaitu cat akrilik dan marker. Alasannya adalah, tidak berbau dan cenderung mudah menggunakannya. “Bau menyengat berpengaruh dalam proses berkreasi,” urainya.
Penggunaan media cat air, meski tidak berbau, kata Tory, perlu konsentrasi dan teknis tinggi. “Perlu teknik-teknik mencampurkan air sehingga menghasilkan warna yang diinginkan,” imbuhnya.
Tory menambahkan,”Cat akrilik kan cepat kering dan lebih mudah menghadirkan bentuk ketika dicampur dengan marker.”
Sementara Nabilla Humaira, Marcom Manager Artotel TS Suites–Surabaya menandaskan, pameran karya seni bertajuk ‘Fantasi dalam Garis yang Bergerak’ ini dilakukan bekerjasama dengan Vin Autism Gallery.
“Ini bentuk apresiasi kami pada seniman-seniman berkebutuhan khusus namun punya talenta yang sangat luar biasa,” cetusnya.
Nabila berharap, pameran tersebut dapat memberikan inspirasi bagi para tamu dan pengunjung untuk dapat mengembangkan ketertarikan terhadap seni.
Penghargaan Nasional dan Internasional
Vincent Prijadi Purwono, merupakan seniman muda berusia 20 tahun yang memiliki segudang karya menarik dengan ciri khas tersendiri. Vincent juga sempat menggelar berbagai pameran, serta memiliki penghargaan nasional dan internasional.
Sedang Celena Aline, yang juga berusia 20 tahun, memiliki berbagai karya unik hingga rekor Muri. Lalu Ian Theodore Pantoro, yang merupakan seniman berusia 17 tahun dengan beberapa pengalaman pameran serta lomba lukis.
“Ketiga seniman ini kami hadirkan bersama-sama untuk menampilkan keunikan dan karakteristik karya seni masing-masing,” pungkas Nabila. ap

















