Awalnya Takut Pegang Cat, Ini Cara Tory Meyakinkan Para Penyandang Autisme Agar Berani Melukis

0
571

Artotel TS Suites Surabaya menggelar karya para penyandang autisme hingga 1 April 2023.

iniSURABAYA.com – Para penyandang autisme tak dapat dipungkiri, memiliki tingkat kecerdasan yang sangat spesial. Mereka yang berkebutuhan khusus ini justru punya memori kuat terhadap hal-hal yang mereka sukai.

Celena Aline Setiyoko misalnya. Setiap bepergian keluar negeri bersama orangtuanya, dia selalu menuangkan pengalamannya dalam bentuk lukisan. Salah satu karyanya adalah Menara Eiffel di waktu malam.

Sedang Vincent Prijadi Purwono lain lagi. “Vincent sangat suka kereta api dan pesawat. Dia hapal jumlah kursi, jumlah gerbong dan lokomotif nama dan jenis mesin kereta dan pesawat di seluruh dunia,” ungkap Dyan Condro, perwakilan dari Vin Autism Gallery.

Menurut Dyan Condro, Vincent juga hapal rute kereta api di seluruh dunia. “Padahal belum tentu dia pernah ke sana. Itulah kehebatan dia!” tandasnya saat ditemui di tengah acara pembukaan pameran lukisan bertajuk ‘Fantasi dalam Garis yang Bergerak’ yang digelar di Artotel TS Suites Surabaya.

Pameran yang dilakukan bekerjasama dengan Vin Autism Gallery ini memajang 32 lukisan karya Vincent Prijadi Purwono, Celena Aline Setiyoko, dan Ian Theodore Pantoro yang semuanya adalah penyandang autisme.

Karya lukis Vincent lainnya yaitu ekspresi beragam wajah yang ternyata di balik wajah berupa logo-logo maskapai penerbangan. “Lukisan itu dibuat selama pandemi tahun 2020. Itu ekspresi Vincent karena tidak bisa bepergian. ‘Covid membuatku tidak bisa kemana-mana’,” kata Tory, therapist anak-anak penyandang autisme tersebut mengutip ucapan Vincent.

Sebelum mulai aktif melukis, kata Tory, anak-anak berkebutuhan khusus itu takut memegang cat. “Karena takut kotor,” tutur Tory.

Untuk menumbuhkan keberanian anak-anak penyandang autisme tersebut, Tory pun mengorbankan celana untuk meyakinkan bahwa memegang cat tidak masalah. Tangan yang habis memegang cat itu kemudian ditempelkan ke celananya.

“Pegang cat tidal apa-apa, karena tangan bisa dicuci,” kisah Tory terkait upayanya menumbuhkan keberanian Vincent. Aline, dan Ian.

Tak sia-sia. Ketiganya pun mulai berani memegang cat dan alat lukis sampai sekarang. “Warna-warna yang mereka pilih cenderung cerah-cerah,” imbuh Tory.

Tak hanya itu. “Aline sekarang punya celana kerja yang selalu dipakai saat melukis. Tak pernah ganti. Yang penting mereka happy, dan lepas saja untuk melakukan apa saja,” bebernya.

Berawal dari melukis di buku gambar biasa, lalu meningkat ke kanvas kecil, hingga berganti kanvas yang lebih besar. Salah satu karya Vincent di Vin Autism Gallery ada yang berukuran 120×150 cm.

Nabilla Humaira, Marcom Manager Artotel TS Suites–Surabaya menyatakan, pameran bersama itu dilakukan untuk memberi dukungan serta inspirasi kepada anak-anak maupun orang tua dengan memberikan ruang bagi mereka untuk bisa menuangkan imajinasinya menjadi bentuk karya seni.

Menurut Nabila, pameran karya seni bertajuk ‘Fantasi dalam Garis yang Bergerak’ ini digelar hingga 1 April 2023. ap

Comments are closed.