
Suasana diskusi film independen yang digelar bersama komunitas Sinau Sinema di Aston Inn Jemursari Surabaya.

Suasana diskusi film independen yang digelar bersama komunitas Sinau Sinema di Aston Inn Jemursari Surabaya.
iniSURABAYA.com – Film, bagi para pegiat sinema tak semata tontonan dan hiburan. Ketika mereka bertemu dalam satu ruangan dapat dipastikan terjadi diskusi seru terkait film yang barusan mereka tonton.
Suasana menarik itu pula yang terjadi saat Sinau Sinema menggelar acara nonton bareng film berjudul ‘Sepiring Ubi untuk Bulek Sarmi’ di Juliet Rose Sky Lounge Aston Inn Jemursari Surabaya.
Film yang diangkat dari kumpulan cerita pendek (cerpen) berjudul ‘Kerebritis’ ini disutradarai Zidni Ilman, siswa SMK Negeri 12 Surabaya dibantu teman sesama siswa SMKN 12 Surabaya lainnya.
“’Kerebritis’ ditulis oleh mentor saya yang sudah almarhum, Juslifar M Junus,” ungkap Heru Purwanto, pencetus Sinau Sinema pada sesi pembukaan acara.
Heru menambahkan, ‘Sepiring Ubi untuk Bulek Sarmi’ dibuat untuk penghormatan atas dedikasi sang mentor yang banyak memberikan arti dan membuat banyak orang menjadi pribadi luar biasa namun tetap sederhana.
“Semoga film ini akan memberikan banyak inspirasi serta manfaat untuk orang banyak,” begitu harap pria yang biasa disapa Heirosay ini.
Diskusi film independen bersama komunitas Sinau Sinema ini berlangsung seru. Sekitar empat jam acara yang dihadiri 35 peserta berasal dari Surabaya dan Sidoarjo ini mengulas tuntas seputar dunia perfilman independen.
Diskusi yang berlangsung santai di lantai 7 hotel tersebut juga membahas tentang penulisan naskah sampai pemilihan karakter. Selain itu juga pembuatan alur cerita yang tepat dan unik untuk sebuah film dengan komposisi hingga punya nilai jual tinggi disertai cerita kuat.
Yang tak kalah menarik adalah pembahasan mengenai pasca produksi film. Uniknya lagi, menurut Heirosay, semua proses pengambilan gambar hanya menggunakan sebuah gawai pintar serta pencahayaan sederhana yang dibuat secara khusus dan sederhana oleh Herman namun dengan hasil yang luar biasa.
Semua piranti sederhana tersebut menghasilkan karya yang tidak kalah dengan hasil dari piranti mahal yang dihasilkan.
Sinau Sinema sendiri adalah komunitas pegiat film indepenede yang siap menampung hobi maupun minat pemuda Surabaya terhadap dunia perfilman.
Komunitas Sinau Sinema diprakasai oleh Heru Purwanto bersama adiknya, Herman Cahyadi.
“Mayoritas anggota Sinau Sinema adalah pelajar SMA di Surabaya Raya,” papar Herman. wid

















