
Aldrian Risjad
Sementara itu, rapsodi rock nan lincah di lagu ‘Menang Jadi Abu’ menjadi surat tantangan Aldrian Risjad bagi siapapun yang hendak menghakimi impian setinggi langitnya. Para penikmat musik yang mengharapkan sesuatu yang lebih mellow pastinya akan menyukai lagu ‘Ingin Kembali’ seraya Aldrian Risjad merindukan keluguan di masa lampau.
“Bila boleh aku ringkas, dari segi narasi, album ‘Jangan Padam’ ini menceritakan tentang ketegangan yang terjadi antara ‘ekspektasi’ dan ‘realita’,” celoteh Aldrian Risjad.
“Aku yakin bahwa para pendengar di luar sana, khususnya mereka yang berusia kisaran 18 tahun hingga 27 tahun, pasti memahami betul bahwa ketegangan seperti ini selalu menjadi konflik batin yang rasa-rasanya tidaklah berujung. Menurutku, ini adalah narasi yang sangat personal. Anehnya juga sangat universal di zaman sekarang,” urainya.
Lagu penutup album ini, ‘Bayang Dalam Cermin’, dipilih Aldrian Risjad sebagai focus track karena keyakinannya bahwa lagu tersebut sanggup ‘menghabisi’ hati dan emosi penggemar karyanya. “Dari semua lagu yang ada di album ini, ‘Bayang Dalam Cermin’ adalah lagu yang paling menguras emosi,” imbuhnya.
“Terlepas demikian, aku juga melihat lagu ini paling merefleksikan tumbuh kembangku sebagai seorang solois, penulis lagu, sekaligus produser musik. Melahirkan lagu ini merupakan sebuah pencapaian pribadi bagiku,” tegasnya.
















