
ILUSTRASI : Makanan pendamping ASI
Hal ini sangat menguntungkan di negeri kepulauan seperti Indonesia, karena pengiriman makanan memerlukan waktu relatif lama. Dengan adanya makanan pabrikan yang awet, masyarakat di daerah terpencil tetap bisa mendapatkan akses makanan yang berkualitas.
Sugiyono juga mengaku perlu meluruskan pendapat negatif lain mengenai pemrosesan yang ‘menghilangkan gizi’ pada MPASI fortifikasi. Tidak dipungkiri bahwa proses pengolahan, termasuk saat mengolahnya di rumah seperti memasak, dapat merusak sebagian vitamin pada makanan.
Pada makanan fortifikasi, sebagian zat gizi yang rusak atau hilang karena proses pengolahan, dapat diatasi dengan menambahkan vitamin dan mineral pada makanan yang telah diolah. Inilah yang membedakan fortifikasi dengan makanan yang diolah di rumah.
Proses penambahan vitamin dan mineral ini justru bisa memberi tambahan nutrisi yang sangat sulit dipenuhi tiap harinya, misalnya zat besi dan zat gizi mikro lainnya untuk memenuhi kebutuhan bayi.
1000 Hari Pertama Kehidupan
Sementara Dr Mas Nugroho Ardi Santoso SpA MKes menandaskan peran gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) yang jadi fase terpenting dalam membentuk dan membangun kualitas gizi anak.
















