
ILUSTRASI : Makanan pendamping ASI
MPASI yang kurang dalam kuantitas dan kualitas dapat menyebabkan anak gagal tumbuh dan jika berlangsung dalam waktu lama akan menjadi pemicu malnutrisi dan stunting.
Ardi Santoso menyatakan, masalah lain yang lebih nyata yang dihadapi para ibu, yaitu bagaimana memastikan kualitas nutrisi makanan. “Dari segi pengolahan makanannya saja, sebenarnya cukup sulit memastikan kualitas nutrisi MPASI olahan sendiri. Apalagi bubur tim pinggir jalan,” cetusnya.
Sebagai gambaran, papar Ardi Santoso, bayi berusia enam bulan ke atas membutuhkan asupan zat besi sebanyak 11 mg/hari. “ASI hanya menyediakan sekitar tiga persen dari 11 mg zat besi, sehingga sisanya perlu diperoleh dari MPASI,” bebernya.
Makanan kaya zat besi seperti daging sapi, hati sapi atau ayam, dan ikan harus dikonsumsi dalam jumlah sekitar 400g untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian. “Tentunya itu tidak mungkin dengan kapasitas lambung bayi yang terbatas,” urainya.
Di sinilah MPASI fortifikasi sangat bisa digunakan sebagai alternatif nutrisi pendukung tumbuh kembang karena kelebihannya, yaitu sudah ditambahkan vitamin dan mineral sesuai kebutuhan harian. Sebuah penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bayi berusia 6-24 bulan yang mengkonsumsi MPASI fortifikasi mencatat kadar hemoglobin, zat besi, dan ferritin (pengikat zat besi) yang lebih tinggi dibanding dengan bayi yang mengkonsumsi MPASI homemade. riz
















