
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya didampingi Ikhsan, Sekda Kota Surabaya saat hadir di isbat nikah massal yang diadakan Pemkot Surabaya.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya didampingi Ikhsan, Sekda Kota Surabaya saat hadir di isbat nikah massal yang diadakan Pemkot Surabaya.
iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mencegah pernikahan dini di Kota Pahlawan. Selain karena berdampak pada kesehatan, pernikahan dini juga meningkatkan risiko kematian ibu dan anak hingga stunting.
“Pernikahan dini ini dampaknya luar biasa. Pertama terhadap keluarga, kedua terhadap keselamatan seorang istri, makanya inilah orang tua harus kita edukasi,” kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, Selasa (26/9/2023).
Untuk mencegah pernikahan dini di Kota Pahlawan, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya.
Di samping itu, Eri Cahyadi menyebut, bahwa pihaknya meningkatkan sosialisasi kepada warga, terutama orang tua dalam mencegah pernikahan dini. Demikian pula dengan melakukan edukasi bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
“Kami akan melakukan edukasi bersama Puspaga dan macam-macam tadi. Inilah peran serta orang tua yang dibutuhkan, kita wujudkan. Ini harus dijaga terus, kita harus yakin,” tegas pria yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi ini.
















