‘24 Jam Bersama Gaspar’ dan ‘The Rootless Bloom’ Berkompetisi di BIFF 2023

0
1619

Terkait BIFF 2023 yang memberikan sorotan khusus bagi Indonesia, Menteri Nadiem menyatakan hal tersebut tidak terlepas dari gotong royong antara insan perfilman dan pemerintah.

“Saya dan sejumlah insan perfilman menghadiri langsung pertemuan dengan pihak BIFF di Cannes Film Festival pada bulan Mei lalu. Program khusus untuk Indonesia pada BIFF 2023, merupakan salah satu hasilnya. Saya ucapkan selamat dan sukses bagi delegasi Indonesia di BIFF 2023,” kata Mendikbudristek.

Tim delegasi Indonesia yang akan berangkat ke BIFF 2023 terdiri dari sineas, panitia, pemerintah, dan media yang berjumlah 50 orang akan mendapat travel grant sebagai bentuk fasilitasi dari Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik dan Media (PMM).

A Window on Asian Cinema
Selain dua film Indonesia yang masuk di program kompetisi, tiga film panjang, ‘Sara’ (Ismail Basbeth), ‘Ali Topan’ (Sidharta Tata), dan ‘Women from Rote Island’ (Jeremias Nyangoen) tayang di program A Window on Asian Cinema.

Sementara film dan serial yang akan tayang di program Renaissance of Indonesian Cinema adalah serial ‘Gadis Kretek’ (Kamila Andini & Ifa Isfansyah), film pendek ‘Basri & Salma in a Never-Ending Comedy’ (Khozy Rizal), ‘Dancing Colors’ (M Reza Fahriyansyah), ‘Laut Memanggilku’ (Tumpal Tampubolon), ‘Vania on Lima Street’ (Bayu Prihantoro Filemon), ‘Where The Wild Frangipanis Grow’ (Nirartha Bas Diwangkara).

1 2 3 4

Comments are closed.