
Film panjang berjudul '24 Jam Bersama Gaspar' turut menyemarakkan pentas BIFF 2023. (foto-foto: IST)
ACFM adalah pasar bagi beragam konten media mulai dari film hingga audiovisual, publikasi, webtoon, dan novel web ditawarkan. Sebagai platform jaringan dan bisnis bagi para profesional industri di seluruh dunia, ACFM menyediakan berbagai program, termasuk pasar investasi dan produksi bersama, konferensi dan acara industri, dan program pendanaan produksi film.
Tahun ini, ada dua projek film dari Indonesia yang akan ditawarkan di Asian Project Market yaitu ‘Tarkam’ (Teddy Soeriaatmadja, Eric Primasetio) dan ‘Watch It Burn’ (Makbul Mubarak, Yulia Evina Bhara). Dalam program Platform Busan, ada 13 filmmaker muda yang akan mengikuti serangkaian acara.
Beriringan dengan penyelenggaraan BIFF, terdapat program pendidikan Asian Film Academy (AFA) yang sedang diikuti oleh Khozy Rizal. Beberapa alumni AFA dari Indonesia antara lain adalah Edwin, Ifa Isfansyah, Yosep Anggi Noen, Tumpal Tampubolon, Bayu Prihantoro Filemon.
“Harapan kami tentu agar ada tindak lanjut yang konkrit dari upaya ini dan semakin banyak pihak yang bekerja sama dengan insan perfilman Indonesia,” tutup Mahendra.
Sebagaimana diketahui, BIFF adalah festival internasional tahunan yang merupakan salah satu festival film paling signifikan di Asia. BIFF pertama kali diadakan pada 1996, dan tahun ini adalah penyelenggaraan ke-28. ana
















