Cegah Perundungan dan Kenakalan Remaja, Ini Strategi Eri Cahyadi untuk Siswa di Kota Surabaya

0
1174

“Tinggal sekarang diarahkan kemana. Kalau ada yang tawuran diarahkan untuk belajar seni bela diri agar bisa menjadi atlet bela diri atau tinju. Kalau ada anak yang ikut geng motor, diajak masuk Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk dikenalkan dunia otomotif dan memanfaatkan Sirkuit GBT. Guru harus mengerti, tidak hanya akademik tetapi juga mengetahui hobi anak-anaknya,” pesannya.

Sebab, menurut Eri Cahyadi, munculnya perubahan perilaku siswa, biasanya diakibatkan oleh kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Hal ini juga memicu dampak lain saat berada di lingkungan pendidikan.

Siswa tersebut dikhawatirkan tidak diterima oleh teman-teman sebayanya karena dianggap memiliki perilaku negatif. “Akhirnya dia berontak. Maka orang tua siswa, tolong dilihat apa keinginan dan hobi anak-anaknya. Ketika orang tua dekat dan bisa menyalurkan keinginan anaknya, ditambah dukungan oleh sekolah, InsyaAllah mereka bisa berubah,” tegasnya.

Sementara itu, Yusuf Masruh, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengatakan, segera menyiapkan program khusus berdasarkan minat dan bakat sesuai kebutuhan para pelajar di Kota Pahlawan.

Dispendik Kota Surabaya terlebih dahulu akan melakukan penjaringan dan pemetaan terhadap para siswa. “Kalau fisiknya bagus kita arahkan pada seni bela diri seperti wushu atau karate. Mungkin ada yang tertarik dengan dunia otomotif, kita coba siapkan. Apalagi Pak Wali sudah menyiapkan Sirkuit GBT, dengan demikian anak-anak merasa diperhatikan karena kegemaran mereka diwadahi, serta bisa menyalurkan bakat minat mereka,” paparnya.

1 2 3

Comments are closed.