Pelajar SMAK St Agnes Gelar Festival Budaya, Eri Cahyadi: Ini Makin Menguatkan Toleransi Kita!

0
465

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya saat membuka Festival Budaya SMAK St Agnes Surabaya.

iniSURABAYA.com – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya mengapresiasi gelaran Festival Budaya yang disajikan SMAK St Agnes Surabaya dalam rangkaian perayaan dies natalisnya yang ke-60 tahun.

Pentas seni budaya yang diadakan di Gedung Merah Putih Komplek Balai Pemuda, Jumat (20/10/2023) itu menampilkan atraksi para pelajar SMAK St Agnes dalam beragam kebudayaan daerah Indonesia melalui sajian pentas kesenian, seperti musik, drama, hingga fashion show busana adat.

Sebelum kegiatan dibuka, para tamu undangan dikirab pasukan penari remo yang disusul oleh para pelajar, serta tenaga pendidik yang menggunakan busada adat dari berbagai macam suku.

Eri Cahyadi penuh antusiasme mengikuti acara Festival Budaya guna meningkatkan rasa toleransi dan keberagaman di Kota Pahlawan tersebut. Melalui kegiatan itu, kata Eri Cahyadi, pelajar SMAK St Agnes tidak hanya mengenal kebudayaan dari masing-masing daerahnya, melainkan juga mempelajari kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di Kota Surabaya.

“Saya sangat bangga dengan pelajar SMAK St Agnes karena semakin menguatkan toleransi dan budaya kita. Mereka mengenakan asal-usulnya melalui baju adat, hingga tampilan pertunjukan,” tutur pria yang akrab disapa Cak Eri ini saat membuka Festival Budaya tersebut bersama Rini Indriyani, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya.

Bahkan, lanjut Cak Eri, para pelajar itu juga belajar tentang apa saja yang ada di Surabaya dengan mengunjungi sejumlah tempat wisata sejarah. Seperti ke Kampung Lawas, Peneleh, Kampung Batik Okra, hingga Kampung Pecinan.

Tak hanya itu, para pelajar SMAK St Agnes turut serta menggaungkan Komplek Balai Pemuda sebagai pusat kesenian dan kebudayan. “Balai Pemuda adalah tempat berkumpulnya para pemuda untuk saling berekspresi tanpa memandang suku, agama, dan ras. Sebab, para pemuda selalu menjunjung tinggi NKRI. Inilah yang harus dikuatkan, karena di tangan pemuda Surabaya dapat berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya yang juga hadir di acara tersebut menyatakan, Festival Budaya semakin menunjukan Kota Surabaya yang selalu mengedepankan kemajemukan dan kebersamaan.

Karena itu, ia mengapresiasi SMAK St Agnes atas gelaran Festival Budaya pada Dies Natalis ke-60 yang mengangkat seluruh kebudayaan, kesenian, hingga kuliner dari berbagai macam suku di Indonesia.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh keluarga besar SMAK St Agnes yang sudah merayakan Dies Natalis ke-60 atau Lustrum XII yang telah menampilkan spirit dan nilai-nilai untuk memperkuat kebhinekaan, keberagaman, sekaligus toleransi,” kata Adi.

Sementara itu, Lusia Yekti Handayani, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAK St. Agnes Kota Surabaya mengatakan, melalui kegiatan Dies Natalis ke-60 atau Lustrum XII, pihaknya ingin mengenalkan proses pembelajaran melalui kebudayaan dan kearifan lokal di Indonesia.

Apalagi para pelajar yang ada di SMAK St. Agnes berasal dari beragam suku di Indonesia. “Mereka belajar tentang kearifan lokal dari daerahnya masing-masing. Tetapi juga belajar tentang kearifan lokal Surabaya. Sebelumnya, mereka telah melakukan studi pustaka, lalu terjun di masyarakat untuk belajar kearifan lokal yang ada di Surabaya,” ungkap Lusia.

Saat terjun di lingkungan masyarakat, mereka belajar mengenal dolanan atau permainan khas Surabaya, kesenian, dan sejarah yang berkaitan dengan karakter Kota Pahlawan. Bahkan, penduduk setempat juga menanam sejumlah tanaman, hingga melakukan proses pengolahan secara bersama-sama dengan warga yang lainnya.

Lalu menjadikan bahan makanan untuk dipasarkan sehingga mampu meningkatkan ekonomi penduduk setempat. “Maka Surabaya sangat tepat menjadi tempat laboratorium pembelajaran. Termasuk belajar bersama komunitas Begandring Soerabaia untuk mengenal isu-isu sejarah, mulai dari Sumur Jobor hingga mengenal tempat kelahiran Ir Soekarno,” urainya.

Meski demikian, Lusia mengaku melalui kurikulum Merdeka Belajar, siswa-siswi SMAK St Agnes Surabaya didorong untuk semakin mengenal kebudayaan bangsa Indonesia.

“Belajar tentang kepahlawanan akan semakin membuat mereka mencintai NKRI serta budaya asalnya. Di kurikulum Merdeka Belajar mereka difasilitasi tentang Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila (P5), mereka diajak untuk mendalami kearifan lokal,” pungkasnya. wid

Comments are closed.