Pentas Wayang Kulit dan Antologi Geguritan Marakkan Dies Natalis ke-65 Untag Surabaya

Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA, Rektor Untag Surabaya turut meramaikan antologi geguritan.
Masih dalam kaitan upaya melestarikan seni budaya bangsa pula, Mulyanto menyambut baik gagasan membuat buku antologi geguritan tersebut. “Ini kan juga salah satu kekayaan kearifan lokal yang perlu dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda,” tuturnya.
Buku setebal 98 halaman ini terdiri 57 judul karya. Yang menarik, karya Mulyanto Nugroho turut mengisi antologi geguritan tersebut bersama sejumlah dosen Untag serta para penulis di luar sivitas akademika dari berbagai profesi.
Dalam salah satu bait karyanya, Cak Nug, panggilan akrab Mulyanto Nugroho, menulis “…Taruna sejati/kang wani mbela ing bebener lan keadilan/ ngowahi donya kanthi jangkah nyata/ lan ukara// Taruna pangareping bangsa/ manjer dadi cahya sumunar/ ing tengah wengi.”
Terjemahan bebasnya yakni “Pemuda sejati berani membela kebenaran dan keadilan, merubah dunia dengan langkah nyata. Pemuda harapan bangsa, merupakan sinar terang di tengah kegelapan.”
Sedang di deretan penulis di luar sivitas akademika Untag Surabaya, di antaranya ada karya J Subekti SH MM, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA), Harjo Saputro ST MT, Wakil Rektor 1, Supangat, Kaprodi Sistem & Teknologi Informasi Untag Surabaya, Abraham Ferry Rosando SH MH, dosen Fakultas Hukum/Kabiro Rektor, serta Nuniek Silalahi dari YPTA.
















