FFI 2023 Kembali ke Akar Sejarah, Ini Penjelasan Pemerhati Film dari Stikosa AWS

0
2281

Pada masa itu, masyarakat Indonesia mulai terbuka dengan nilai-nilai dan tren baru, termasuk nilai-nilai dan tren dari luar negeri. Bisa juga karena alasan lain, misal jalan pintas komersialisasi film.

“Kini, film Indonesia semakin beragam. Hal ini dapat diartikan sebagai cerminan dari peradaban masyarakat Indonesia yang semakin maju dan dinamis. Masyarakat Indonesia semakin terbuka dengan berbagai macam nilai-nilai dan tren, termasuk nilai-nilai dan tren dari luar negeri,” ucapnya.

Aulia kemudian memberikan beberapa contoh film Indonesia yang bisa jadi mewakili gambaran riil tentang peradaban masyarakat Indonesia pada saat itu.

Misal, film ‘Darah dan Doa’ (1950), merupakan film pertama di Indonesia yang mengangkat tema perjuangan kemerdekaan. Film ini dapat diartikan sebagai cerminan semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaannya.

Lalu ‘Tiga Dara’ (1956), film klasik Indonesia yang mengangkat tema keluarga. Film ini dapat diartikan sebagai cerminan dari nilai-nilai keluarga yang kuat dalam masyarakat Indonesia.

1 2 3 4 5 6 7

Comments are closed.