
“Penguatan sosok Usmar Ismail, Piala Citra dan eksistensi FFI. Ini penghargaan dari hulu hingga ke hilir. Karena kontribusi Usmar Ismail dalam meletakkan dasar bagi perkembangan perfilman Indonesia terbukti membuka jalan bagi para sineas Indonesia untuk berkarya dan menghasilkan film-film berkualitas,” imbuhnya.
Aulia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, perfilman Indonesia mengalami perkembangan sangat pesat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah produksi film, kualitas film yang semakin baik, dan apresiasi masyarakat terhadap film Indonesia.
“FFI 2023 akan menjadi ajang untuk merayakan pencapaian ini dan menjadi motivasi bagi para sineas Indonesia untuk terus berkarya,” tegasnya.
FFI dan Regenerasi
Aulia mengaku memberi perhatian lebih pada FFI 2023 karena ini potret regenerasi yang luar biasa. Ada generasi perfilman yang populer di tahun 1970-an hingga kini.
Regenerasi dalam perfilman Indonesia, ditekankan oleh Aulia, merupakan hal yang sangat penting. “Regenerasi diperlukan untuk menjaga kesinambungan dan perkembangan perfilman Indonesia,” cetusnya.
















