Inilah 3 Hal Penting yang Wajib Diketahui Jika Ingin Bikin Konten, Rizki Blak-Blakan di Workshop Content Creator di Stikosa AWS

Mochammad Rizki, kreator konten dan YouTuber di depan ratusan peserta Content Creator Workshop and Competition yang diadakan di Ruang Multimedia, Kampus Stikosa AWS, Kamis (2/11/2023).

Mochammad Rizki, kreator konten dan YouTuber di depan ratusan peserta Content Creator Workshop and Competition yang diadakan di Ruang Multimedia, Kampus Stikosa AWS, Kamis (2/11/2023).
iniSURABAYA.com – Memproduksi konten kreatif itu tidak susah. Asalkan kita benar-benar memahami tiga hal penting yang wajib dilakukan, maka kita siap bikin konten.
“Tiga hal penting itu adalah ‘apa kamu suka’, ‘apa yang kamu bisa’, dan ‘apa yang kamu punya’.” Tips bikin konten kreatif itu dipaparkan Mochammad Rizki, kreator konten dan YouTuber di depan ratusan peserta Content Creator Workshop and Competition yang diadakan di Ruang Multimedia, Kampus Stikosa AWS, Kamis (2/11/2023).
Alumnus Stikosa AWS ini kemudian menegaskan, ‘apa yang kamu suka’ berarti seorang kreator konten harus memahami apa yang benar-benar disukai. Dengan memahami hal ini, interval produksi kontennya bisa lebih pendek alias dapat terus berkelanjutan dan sebanyak-banyaknya.
“Jadi apa yang kamu sukai, misalnya suka tentang make up, mulailah fokus membuat konten tentang beauty make up. Bisa sih seseorang membuat konten dari yang tidak disukainya, tapi kesannya memaksakan diri, ingin meniru tapi akan susah memulainya, semata mengejar obsesi seperti kreator konten yang sudah sukses,” ungkapnya.
Setelah itu, lanjut Moch Rizki, kita jalankan ‘apa yang kita bisa’. Sebab, ‘apa yang kita sukai’ cuma jadi angan-angan jika kita tidak bisa menjalankan produksi kontennya. “Misalnya kita suka traveling, tapi kita tidak bisa menjalankan aktivitas traveling untuk dijadikan konten,” imbuhnya.
Sementara ‘apa yang kamu punya’, adalah gagasan membuat konten itu memang memerlukan modal. Besar atau kecil tentu relatif.
“Membuat konten memang butuh modal. Misalnya hal yang sederhana saja, kita butuh beli HP untuk memproduksi konten, mulai dari membuat bahan konten, mengedit dan mengkreasikan hingga mengunggah kontennya,” tuturnya.
Setelah memahami apa saja dari tiga hal tersebut, lalu berikutnya lakukan mengunggah produksi kontennya ke media sosial.
Lalu bagaimana cara memperoleh respons positif di platform medsos? Moch Rizki pun memaparkan rahasia suksesnya selama ini sebagai kreator konten dan YouTuber. “Kuncinya yaitu ‘formula strong hook’,” tegasnya.
Secara umum formula strong hook di media sosial adalah teknik atau strategi yang digunakan untuk menarik perhatian pembaca atau penonton dan membuat mereka tertarik untuk membaca atau menonton konten lebih lanjut.
Formula ini bertujuan untuk menciptakan hook atau kait yang dapat membuat konten lebih menonjol di antara banyak konten lainnya di media sosial. “Dengan cara ini, pembuat konten lebih efektif menyampaikan pesan dan meningkatkan interaksi pengguna,” ujarnya.
Rizki yang juga tercatat sebagai dosen Stikosa AWS ini mengingatkan, yang paling penting, jangan sampai lupa menyisipkan strong hook di tiga hingga lima detik pertama, di awal setiap konten yang kita buat dan kita unggah.
“Kalau ingin diperhatikan viewer dan selanjutnya konten kita diberi hadiah like dan subscribe untuk penasaran menunggu konten kamu berikutnya,” pungkas Rizki.
Selain Rizki, workshop yang diadakan dalam rangka perayaan hari jari ke-59 Stikosa AWS ini juga Muhammad Arkansyah, dosen video dan fotografi perguruan tinggi tersebut. “Semoga hasil workshop dan lomba ini bermanfaat untuk memacu semangat peserta agar terus membuat konten yang kreatif, menarik dan inovatif,” kata Dr Jokhanan Kristiyono ST Mmed Kom, Ketua Stikosa AWS.
Jokhanan menambahkan, workshop yang dilanjut kompetisi tersebut berisikan materi dan memperbanyak praktik on the spot di lingkungan kampus Stikosa AWS, memproduksi konten video durasi pendek, yang kemudian diunggah di akun resmi Instagram masing-masing delegasi peserta untuk dilombakan.
Dari kompetisi produksi konten tersebut, para juri dari Stikosa AWS memilih empat pemenang, yaitu Juara Favorit, Juara 1,2 dan 3 yang diambil dari hasil like terbanyak dari viewer di akun Instagram masing-masing kelompok peserta.
Juara favorit produksi konten video diraih SMKN1 Jabon, Sidoarjo, dengan judul ‘Pentingnya Literasi Digital’.
Kata Fempi guru pendampingnya, pesan penting yang diangkat dari judul tersebut, lantaran melihat prihatin atas kebiasaan pelajar menangkap informasi dan berita atau isi konten yang mengandung hoaks.
“Video konten tersebut berisi imbauan mengingatkan setiap melihat konten sedapat mungkin dilakukan saring sebelum sharing,” cetusnya.
Sedangkan Juara 1 dari kompetisi konten video tersebut diraih peserta dari SMK St Louis Surabaya dengan judul tentang ‘Makna Pendidikan’. Ryu Tejosukmono, juru bicara kelompok ini mengatakan, bahwa pendidikan menunjukkan tidak harus selalu monoton pelajaran di kelas semata, namun pendidikan dapat dilakukan dengan berkolaborasi untuk memperoleh hasil maksimal yang terbaik. wid
















