
Para guru Sekolah Anak Bangsa yang memeragakan drama perjuangan di momen peringatan Hari Pahlawan.
“Ini baru pertama kalinya kami adakan peringatan Hari Pahlawan Bersama-sama, murid Play Group TK dan SD digabungkan jadi satu. Sebelumnya kami adakan tersendiri, murid Play Group TK terpisah dengan murid SD,” ungkap Cecilia Algina, Kepala SD Sekolah Anak Bangsa kepada iniSurabaya.com.
Aksi drama perjuangan di depan murid-murid tersebut, kata Cecilia, untuk memberi gambaran lebih jelas mengenai makna pahlawan. “Murid SD tentunya sudah mendapat gambaran tentang sosok pahlawan itu lewat pelajaran yang mereka dapat dari guru. Sedang yang masih Play Group dan TK kan belum,” paparnya.
Jadi, lanjut Cecilia, melalui rangkaian drama perjuangan yang diperankan oleh para guru tersebut diharapkan murid-murid memperoleh pemahaman langsung mengenai sosok pahlawan dari kisah yang mereka saksikan.
“Kami sampaikan ke mereka (murid-murid), bahwa mereka sekarang bisa sekolah, bisa merasakan semua kenikmatan seperti sekarang karena jasa para pejuang di masa revolusi. Para pejuang di masa lalu rela berkorban demi mendapatkan kemerdekaan negeri ini,” urai Cecilia.
Pemahaman tentang makna kemerdekaan serta kepahlawanan ini, kata Cecilia, akan diulang lagi di momen upacara bendera pada tanggal 10 November. “Saat itu akan dilakukan upacara bersama dengan seluruh murid TK hingga SMA,” imbuhnya.


















