
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya didampingi Rini Indriyani, Ketua TP PKK Kota Surabaya di acara penyerahan penghargaan zero stunting, peduli anak dan ramah perempuan.
Karena itu, kata Cak Eri –begitu sapaan akrab Eri Cahyadi, keberhasilan yang sudah dilakukan oleh lurah dan kepala Puskesmas tersebut patut diberi reward, dan akan dimasukkan ke dalam poin-poin untuk kenaikan sebuah jabatan yang lebih tinggi di Pemkot Surabaya.
“Ketika dia memiliki prestasi, maka poin-poinnya bisa lebih tinggi dan mungkin bisa menggeser pejabat di atasnya,” tandas mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.
Cak Eri menyatakan pula, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Surabaya tercatat di level 4,8 persen. Padahal, di tahun 2021 masih tercatat sebanyak 28,9 persen, dan menurun signifikan di akhir tahun 2022 menjadi 4,8 persen.
“Untuk tahun 2023, sudah dicek tapi belum ada pengumumannya. Semoga semakin menurun lagi karena memang salah satu tujuan pemerintah pusat, termasuk pemerintah kota adalah terus menurunkan angka stunting, makanya nanti yang sudah berhasil menurunkan angka stunting hingga zero akan kami berikan reward,” kata dia.
Sementara itu, Rini Indriyani, Ketua TP PKK Kota Surabaya bersyukur karena stunting di Surabaya terus mengalami penurunan. Meski begitu, ia memastikan pihaknya terus melakukan penguatan pendampingan kepada ibu-ibu yang memiliki anak stunting.
















